Kemenag Imbau Masyarakat Tunggu Sidang Isbat

Singkawang

Editor Syafria Arrahman ST Raja Alam Dibaca : 801

Kemenag Imbau Masyarakat Tunggu Sidang Isbat
Pantau Posisi Hilal – Panitia sedang memantau posisi hilal untuk menentukan awal puasa. Kemenag Singkawang, nahruji mengimbau masyarakat singkawang agar memulai puasa sesuai hasil keputusan sidang isbat pemerintah. (net)
SINGKAWANG, SP – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang, Nahruji mengimbau masyarakat Singkawang mengikuti waktu pelaksanaan puasa Ramadan 1438 Hijriah berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama.

Hal tersebut ia maksudkan untuk menyatukan persepsi waktu pelaksanaan puasa Ramadan umat muslim yang biasanya memiliki perbedaan. "Memang sering kali penetepan dimulainya puasa Ramadan berbeda. Untuk menyatukan waktu dimulainya puasa, saya imbau masyarakat menunggu keputusan resmi dari pemerintah," ujarnya, Kamis (25/5).

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan sidang isbat yang menjadi mekanisme umat muslim Indonesia menjalankan ibadah puasa Ramadan 1438 Hijriah hari ini, Jumat (26/5).  

meskipun telah diatur pemerintah, namun sebagian umat muslim biasanya ada yang mulai menjalankan puasa Ramadan berbeda waktu dengan hasil keputusan sidang isbat pemerintah. Menyikapi hal tersebut, Nahruji berpendapat hal tersebut merupakan hal yang wajar.

"Andaikan ada sebagian warga yang puasa berbeda dengan hasil sidang isbat, boleh saja, hanya alangkah lebih baik jika awal pelaksanaan puasa dilakukan sesuai dengan keputusan sidang isbat," imbuhnya.

Kepada masyarakat non muslim yang tidak melaksanakan puasa, Nahruji meminta mereka menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

"Saling toleransi antar satu sama lain, itu yang kita inginkan. Semoga kita saling mengerti dan saling menghargai, apalagi di Singkawang yang masyarakatnya terdiri dari berbagai suku dan agama,” pintanya.  

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Singkawang, Arnadi juga mengimbau masyarakat muslim Singkawang menunggu keputusan sidang isbat waktu pelaksanaan puasa Ramadan yang dikeluarkan Kementerian Agama Republik Indonesia.


"Agar kita menjalankan ibadah puasa ini secara bersamaan tanpa ada perbedaan satu sama lain, sebaiknya menunggu keputusan pemerintah,” pungkasnya. (pul/jee)