Cagah Balap Liar, Polisi Rutin Patroli

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 717

Cagah Balap Liar, Polisi Rutin Patroli
Tilang – Polisi memeriksa motor yang diamankan karena ikut dalam balap liar. Di Singkawang untuk mencagah balap liar, Satlantas Polres Singkawang rutin melakukan patroli.
SINGKAWANG, SP – Mengantisipasi aksi balap liar selama bulan Ramadan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Singkawang menggalakkan patroli pada malam dan subuh hari di beberapa titik lokasi yang kerap dijadikan rute balapan liar.   Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Singkawang, IPTU Fauzan menjelaskan, patroli pada malam hari dimulai setelah Salat Tarawih dan subuh hari dilakukan usai waktu Salat Subuh. Patroli pengamanan telah mulai dilakukan sejak hari pertama bulan puasa Ramadan.  

Menurut Fauzan, dari hasil patroli yang dilakukan tidak ditemukan aksi balap liar yang biasanya marak terjadi di Kota Singkawang, khususnya saat bulan Ramadan.  

“Tentu kita berharap kondisi ini bisa terus terjaga agar umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa merasa aman dan nyaman," ujarnya, Senin (29/5).  

Namun apabila nanti saat patroli ditemukan aksi balap liar, Fauzan mengingatkan, kepolisian akan memberikan sanksi penilangan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 297.
 

"Sesuai pasal tersebut kendaraan akan kita tilang selama tiga bulan,” kata dia.

Selain rutin melakukan patroli, selama bulan Ramadan, Satlantas Polres Singkawang juga mengatur arus lalu lintas di sejumlah titik keramaian di pasar juadah dan masjid.  

“Di pasar juadah saat sore hari biasanya dipadati masyarakat, begitu juga masjid usai Salat Tarawih pasti akan ramai,” ujarnya.

Sementara, Wakapolres Singkawang, Kompol Dhani Catra Nugraha mengingatkan masyarakat Singkawang untuk tidak melakukan balap liar.
 

 "Balapan liar bukan hanya membahayakan diri mereka saja tapi juga orang lain. Saya ingatkan ini khususnya remaja, jangan bangga dengan balapan liar,” katanya mengingatkan.

Selain itu, Dhani juga mengharapkan masyarakat dapat meningkatkan toleransi dan saling menghargai terhadap umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa.
 

"Marilah kita hidup berdampingan dan saling toleransi satu sama lain,” pungkasnya. (pul/jee)