Selasa, 17 September 2019


Operasi Pasar Belum Bisa Digelar

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 571
Operasi Pasar Belum Bisa Digelar

Operasi Pasar – Bawang Putih yang dijual saat dilakukan operasi pasar murah. Di Singkawang, operasi pasar murah belum bisa dilakukan karena masih menunggu ketersediaan stok bawang putih dari Perum Bulog.

SINGKAWANG, SP – Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM Singkawang menunggu kesiapan ketersediaan bawang putih dari Perum Bulog Divisi Singkawang untuk melakukan operasi pasar murah. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Singkawang, Hendryan mengatakan, bawang putih menjadi salah satu bahan makanan yang akan dijual di operasi pasar murah. Ketersediaannya akan dipasok dari Perum Bulog Divisi Singkawang. “Kita masih harus menunggu sampai stok bawang putih disediakan Bulog,” kata Hendyan, Senin (5/6).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Perum Bulog Divisi Singkawang, Hendyan mengatakan, stok bawang putih baru akan disalurkan dari Pontianak pada Selasa (6/6). Setelah itu barulah bawang putih akan disalurkan di operasi pasar. Dalam operasi pasar nanti, harga jual per kilogram bawang putih per kilogramnya dijual seharga Rp30 ribu.

Harga ini jauh lebih murah dibanding dengan harga jual sekarang yang mencapai Rp80 ribu per kilogramnya. “Siapa saja yang membutuhkan bisa belanja di operasi pasar nanti. Tidak dibatasi golongan ekonomi,” jelas Hendryan. Tingginya harga jual bawang putih saat  ini tidak hanya terjadi di Singkawang. Seluruh daerah di Indonesia mengalami hal serupa.

Upaya untuk mengontrol harga dan menjaga ketersediaan stok telah dilakukan Perum Bulog Kalbar dan Pemprov Kalbar dengan mendatangan puluhan ton bawang putih dari Pulau Jawa.
Untuk itu, Hendyan mengimbau masyarakat Singkawang untuk sabar menunggu kedatangan pasokan bawang  putih dalam operasi pasar murah nanti “Kita harap dengan langkah yang kita ambil ini, harga bawang kembali normal di pasaran,” pungkasnya.

Salah seorang ibu rumah tangga di Singkawang, Dewi mengeluhkan masih tingginya harga jual bawang putih yang dijual pedagang. “Per kilogramnya masih Rp80 ribu. Belum ada penurunan harga dari awal bulan Ramadan,” katanya. Kondisi ini menyebabkan Dewi terpaksa harus mengurangi penggunaan bawang putih untuk bumbu masakannya.

“Untuk menghemat sekarang saya beli bawang putih bisanya hanya satu ons saja. Pandai-pandai lah kita atur untuk bumbu masakan,” kata dia. Dewi berharap operasi pasar murah bisa segera dilakukan Pemkot Singkawang. Karena mengingat saat ini harga jual bahan makanan semakin hari semakin mahal.

“Apalagi nanti mendekati Idul Fitri, harga bahan pangan akan semakin mahal. Kita harap Pemkot Singkawang bisa segera membantu mengatasi masalah ini,” harap Dewi. (pul/jee)