Senin, 23 September 2019


Anak Masih Rentan Mengalami Kekerasan

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 669
Anak Masih Rentan Mengalami Kekerasan

Aksi - Sekelompok masyarakat saat melakukan aksi meminta agar kekerasan anak tidak lagi terjadi. Aksi kekerasan yang dialami anak biasanya dilakukan oleh orang terdekat mereka.

SINGKAWANG, SP - Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang, Arman Suyono mengatakan tindak kekerasan terhadap anak biasanya dilakukan oleh orang terdekat anak tersebut. Hal tersebut disampaikannya saat peringatan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.  

“Biasana anak-anak menerima kekerasan dari lingkungan terdekatnya, bahkan dari keluarganya,” kata Arman, Minggu (23/7).   Kejadian yang kerap terjadi ini, diakui Arman menjadi perhatian serius pihaknya. Upaya memberikan pemahaman kepada orang terdekat yang seharusnya melindungi anak pun telah dilakukan dinasnya.  

Menurut Arman, saat ini anak-anak juga sudah mulai jarang berinteraksi langsung dengan teman-teman sebayanya, penyebab tersebut dapat dipengaruhi pula dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat.  

"Jadi sekarang juga anak-anak sudah disibukan dengan gadget yang akhirnya interaksi sosial secara langsung mulai berkurang, kalau kita pikir itu sebenarnya tidaklah baik, anak-amak itu penting bagi mereka untuk mengenal lingkungan, di sinilah peranan penting orang tua dibutuhkan," katanya.
 

Ia juga mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Singkawang terus berupaya agar menjadi kota yang layak anak, berbagai agenda kegiatan dan pembinaan terus dilakukan kepada anak-anak di Kota Singkawang.   

"Kita juga sedang ada kegiatan Forum Anak Daerah di Pekan Baru, dalam kegiatan ini kita menyertakan satu orang. Harapannya anak yang kita kirim 0bisa memberikan informasi kepada anak di Kota Singkawang terkait apa yang ia dapatkan di sana," pungkasnya. (pul/jee)