Polisi Tunggu Hasil Visum Kematian Pedagang Sayur

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 607

Polisi Tunggu Hasil Visum Kematian Pedagang Sayur
ilustrasi
SINGKAWANG, SP - Polres Singkawang masih menunggu hasil visum dari rumah sakit terkait kematian pedagang sayur bernama Halimah Salehah Dulsanin (59) pada Rabu (16/8) sekitar 11.00 WIB.

"Korban meninggal sekitar pukul 11.00 Wib, tepatnya di kamar kos yang beralamat di Jalan Bambang Ismoyo," kata Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Michael Terry, Kamis (17/8).

Berdasarkan olah TKP yang dilakukan, pihaknya menemukan posisi jenazah Halimah sedang tertelungkup di lantai kamar dengan bersimbah banyak darah.

"Sedangkan di sekitarnya banyak ditemukan obat-obatan tradisional seperti jamu-jamuan, paracetamol, dan lain-lain," ujarnya.

Namun, untuk memastikan penyebab kematian korban, pihaknya langsung membawa jenazah ke rumah sakit Abdul Aziz Singkawang untuk dilakukan visum.

"Sambil menunggu hasil visum tersebut, kita juga akan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban di Pontianak. Karena dilihat dari identitasnya, korban ini merupakan warga Pontianak yang berlamat di Jalan Raya Siantan Pontianak Timur," ungkapnya.

Warga Jalan Bambang Ismoyo RT 17 RW 06 digegerkan penemuan mayat seorang wanita yang sudah lanjut usia di sebuah kamar kos.

Wanita yang diketahui bernama Halimah. Saat ditemukan warga, mayat sudah membusuk dan tergeletak di lantai kamar kos dengan berlumuran darah di sekitar jenazah.

Salah satu warga yang pertama kali melihat jenazah korban, Uray Rully mengatakan, warga terkejut dengan adanya kejadian ini. Apalagi, kata dia, sebelum ditemukan tewas, tidak ada hal-hal yang aneh dirasakan warga.

"Baru hari ini ada yang aneh di mana bawah pintu kos korban banyak dikerumuni nyamuk, di sinilah kita baru curiga," katanya.

Dengan berbekal kunci cadangan akhir kamar, pintu itu dibuka dan ternyata menemukan korban sudah tewas. Diperkirakan korban tewas sekitar tiga hari lalu.

"Dilihat dari kondisi jenazah, sepertinya korban sudah meninggal sekitar tiga hari lalu," ujarnya. (ant/jee)