Selasa, 17 September 2019


Balai Konservasi Amankan Pedagang Telur Penyu

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 822
Balai Konservasi Amankan Pedagang Telur Penyu

Pedagang Telur Penyu – Salah seorang warga yang menjual telur penyu. Di Singkawang, Balai Konservasi mengamankan pedagang yang menjual telur penyu di Pasar Alianyang, Jumat (25/8).

SINGKAWANG, SP – Balai Konservasi Wilayah III Singkawang mengamankan LI (54) pedagang yang menjual telur penyu di sekitar Pasar Alianyang, Jumat (25/8).   Dikatakan Kepala Balai Konservasi Wilayah III Singkawang, melalui Koordinator Polisi Hutan (Polhut) Singkawang III, Ajeng Pamisi berdasarkan pengakuan pelaku, dirinya telah menjual telur penyu sejak bulan Agustus 2017 yang didapat dari AN, kenalannya di Pulau Tembelan sejak tahun 2016.   ]

"Telur-telur ini diambil dari Pelabuhan Sintete dari bulan Juli sampai Agustus sejumlah 100 butir, dan sebagian telah dijual," ujarnya, Jumat (25/8).   Untuk harga jual telur penyu, dijelaskan Ajeng, LI mematok harga harga per butirnya berkisar Rp3.000-Rp3.500. Atas perbuatannya, pelaku terbukti melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman 5 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.     

Namun karena pelaku tidak mengetahui perbuatannya melanggar hukum, dilanjutkan Ajeng, pihaknya hanya memberikan tindakan preemtif, yakni dengan menandatangani surat pernyataan di atas materai untuk tidak mengulangi perbuatannya.  

"Apabila yang bersangkutan masih mengulangi, maka dengan terpaksa akan kami proses hukum lebih lanjut," jelasnya.    Dengan adanya kasus ini, Ajeng berjanji pihaknya akan lebih gencar memberikan sosialisasi ke masyarakat akan bahaya mengkonsumsi telur penyu untuk kesehatan.  

"Masyarakat kebanyakan berpikir mengkonsumsi telur penyu baik untuk kesehatan. Padahal secara medis telur penyu sangat tidak baik untuk kesehatan karena mengandung kolesterol tinggi," pungkasnya.   Tim Patroli dan Penertiban Tumbuhan dan Satwa Liar Balai Konservasi Singkawang III, Ardiansyah menceritakan penangkapan yang dilakukan berawal saat dirinya berbelanja di Pasar Alianyang dan melihat pelaku menjual telur penyu.    

"Jadi pulang dari kantor biasa saya singgah ke pasar itu untuk beli sayur. Nah setiap kali ke pasar, saya selalu melihat pelaku memperdagangkan telur penyu. Atas temuan itu saya pun memberitahukan ke pimpinan," akunya.   Mendapatkan informasi tersebut kemudian dilakukan penertiban, tapi sebelum dilakukan tindakan, dengan sebelumnya menerbitkan surat perintah, melakukan briefing cara penangananan dan membagi tim.   

"Jadi tim kita bagi tiga, yakni tim koordinasi, intelijen atau penyamaran dan pengamanan di TKP, tim berpura-pura menjadi konsumen. Setelah itu melakukan penyergapan, lalu barulah kita amanan pelaku untuk meeminta keterangan di kantor," pungkasnya.  

Dalam penangkapan tersebut melibatkan Tim Gugus Tugas (TSL) Balai Konservasi Wilayah III Singkawang, Satuan Polisi Pamong Praja Singkawang, dan Polsek Singkawang Tengah. (pul/jee)