Elpiji “Melon” Mulai Langka

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 549

Elpiji “Melon” Mulai Langka
Elpiji Langka – Seorang warga menunggu kedatangan pasokan gas elpiji yang telah habis. Di Singkawang, gas subsidi untuk masyarakat miskin ini mulai mengalami kelangkaan.
SINGKAWANG, SP – Gas elpiji tiga kilogram mulai langka di Kota Singkawang. Warga saat ini mulai kesulitan mendapatkan gas subsidi pemerintah untuk masyarakat miskin tersebut. Salah seorang warga Singkawang, Agus ditemui di salah satu pangkalan penjualan gas elpiji tiga kilogram di Jalan Pasar Turi Singkawang mengaku, dirinya terpaksa harus membeli langsung gas elpiji tiga kilogram di pangkalan, karena ketersediaan di tingkat pengecer kerap kosong.

“Di sini (pangkalan) harganya masih Rp17 ribu, tapi di pengecer harganya sudah Rp20 ribu, itupun jarang ada,” kata Agus, Kamis (14/9). Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu pedagang eceran elpiji tiga kilogram di Singkawang, Mawi. Menurut dia, kelangkaan ketersedian elpiji tiga kilogram sudah terjadi sejak dua minggu lalu. "Ada sekitar dua minggu lalu kosong, saya juga tidak tahu kenapa," kata Mawi.

Bahkan menurut Mawai, pada hari ini (kemarin,red) saat hendak membeli lima tabung gas elpiji, ia hanya mendapatkan satu tabung gas dari pangkalan elpiji di Jalan Pasar Turi.

"Katanya banyak orang yang datang membeli, jadi sudah habis," ujarnya.

Dirinya juga tidak mengerti, mengapa dalam dua minggu terakhir ini seakan-akan dijatah oleh pangkalan.

"Gak tahulah kenapa, padahal kita kan niatnya mau membantu masyarakat juga,” kata Mawi.
Menurutnya, harga jual gas elpiji di tingkat pengecer bervariasi. Pengecer membeli gas elpiji dipangkalan seharga Rp17 ribu per tabung, lalu kembali dijual  seharga Rp20 ribu hingga Rp22 ribu pertabungnya.

“Jadi tergantung masing-masing pengecer, biasanya beda tempat beda harga,” pungkasnya. (rud/jee)