Minggu, 15 Desember 2019


RSUD Abdul Aziz Bangun Ruang Rawat Inap Baru

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 1059
RSUD Abdul Aziz Bangun Ruang Rawat Inap Baru

Rujukan Regional - RSUD Abdul Aziz telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan regional. Saat ini pihak rumah sakit telah membangun gedung rawat inap baru untuk pasien kelas I dan akan dioperasionalkan tahun ini.

SINGKAWANG, SP – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Aziz tengah membangun gedung tiga tingkat untuk ruang perawatan pasien rawat inap kelas I. Pembangunan yang dilakukan seiring dengan ditetapkannya rumah sakit tersebut sebagi rumah sakit rujukan regional.

 "Tahun ini kita tergetkan pembangunannya selesai dilakukan dan bisa segera digunakan,” ujar Direktur RSUD Abdul Aziz dr Carlos Ja'fara, Senin (23/10).

Hadirnya gedung baru ini dikatakan Carlos akan memangkas anteran pasien yang dirawat di RSUD Abdul Aziz.  Selain itu juga, ruangan pasien yang sebelumnya sebagian diisi tempat tidur pasien kelas III akan diganti.
“Dari 227 tempat tidur yang ada, 59,6 persen tempat tidurnya adalah kelas III dan selebihnya kelas I dan kelas II. Gedung baru ini juga akan mengatasi antrean pasien," jelasnya.

Semenjak ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan regional, pasien yang berobat tidak hanya dari Singkawang saja. Pasien dari kabupaten lain seperti Sambas dan Bengkayang, bahkan dari Provinsi Kepulauan Riau juga banyak yang berobat ke RSUD Absul Aziz.
"Kemudian pasien dari Landak, Pontianak, Mempawah maupun daerah lainnya," jelasnya.

Sementara dari data pasien yang ada, terangnya, untuk rawat jalan di Poliklinik dalam sehari sebanyak 200-300 pasien, sedangkan rawat inap kunjungan sehari rata-rata 30-50 pasien.

"Semoga dengan kondisi ini bisa teratasi dengan bertambahnya kapasitas tempat tidur kelas I sebanyak 80 unit," katanya.

Selain itu, kata Carlos, pihaknya juga tetap mempertahankan jumlah tempat tidur kelas III jangan sampai dibawah 30 persen dari jumlah tempat tidur yang ada, sebagaimana Peraturan Menteri Kesehatan RI.

"Apa yang dilakukan Pemkot Singkawang untuk melakukan penambahan sarana dan prasarana rumah sakit untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan faktor keselamatan pasien (patient safety)," tuturnya.

Warga Singkawang, Nureska mengharapkan adanya penambahan ruang kelas pasie, tidak ada lagi pasien yang dirawat dan menginap di luar kamar rumah sakit.

"Pelayanan kesehatan lingkungan pasien dan keluarga juga harus sehat termasuklah toilet dan kamar mandi pasien," katanya.

Selain itu ia juga berharap pihak rumah sakit lebih menjaga keamanan dan ketertiban keluarga pasien serta pengunjung.  Warga Singkawang lainnya, Wulan meminta agar RSUD Abdul Aziz Singkawang sebagai rumah sakit rujukan regional menomorsatukan tindakan daripada administrasi.

"Dan jangan membeda-bedakan antara pasien umum dan BPJS. Karena sudah sering terdengar kalau pasien umum lebih diutamakan dibanding pasien BPJS," katanya. (rud/jee)