Evaluasi Program Sekolah Sungai

Singkawang

Editor Kiwi Dibaca : 628

Evaluasi Program Sekolah Sungai
Foto Bersama – Peserta workshop evaluasi dan rencana tindak lanjut program/kegiatan penguatan kelembagaan bidang pengurangan risiko bencana
SINGKAWANG, SP – Keberadaan sungai memberi banyak manfaat bagi keperluan kehidupan manusia sehari-hari. Karenanya diperlukan adanya perhatian terhadap kelestarian dan kebersihan sungai untuk kepentingan masyarakat dan mencegah terjadi bencana yang disebabkan oleh kondisi sungai yang rusak.

Upaya ini telah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Singkawang dengan program Sekolah Sungai, yang telah digulirkan sejak beberapa bulan lalu dengan melibatkan berbagai pihak. Agar program tersebut berjalan maksimal, BPBD Singkawang menggelar workshop evaluasi dan rencana tindak lanjut program/kegiatan penguatan kelembagaan bidang pengurangan risiko bencana sekolah sungai di Singkawang, di Aula Bumi Bertuah, Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (9/11).

"Sehingga dapat diketahui sejauh mana pencapaian kinerja, kendala dan hasil serta manfaat yang dirasakan dalam pelaksanaan kegiatan Sekolah Sungai di Singkawang," kata Kepala BPBD Kota Singkawang, Burhanuddin.


Menurut Burhanudin, Program Sekolah Sungai sangat penting sebagai upaya mendukung gerakan nasional pengurangan risiko bencana. Selain itu pula, diakuinya Sekolah Sungai juga berfungsi sebagai wadah edukasi tentang pentingnya kebersihan sungai-sungai yang ada di Singkawang.

"Kita juga memberi pemahaman pentingnya peran perempuan dalam upaya mengurangi risiko bencana. Selain itu juga diharapkan masyarakat bisa lebih paham seluk beluk dan jenis-jenis sungai yang di Singkawang," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Singkawang, Jayadi berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap kondisi sungai sebagai ikon batas alam yang sudah dirasakan tercemar.

"Tercemarnya sungai itu bisa saja akibat kelalaian manusia, seperti membuang sampah di sungai, sehingga mengakibatkan pendangkalan yang cukup tinggi," kata Jayadi.

Selain dapat digunakan sebagai kebutuhan pokok, air sungai juga  bisa dijadikan sebagai pintu pembuka darurat apabila terjadi kebakaran.

"Maka air sungai yang bisa dimanfaatkan untuk dalam keadaan darurat," ujar Jayadi.

Namun, dia beranggapan jika lebih baik air sungai bisa kita manfaatkan sebagai air bersih. Meskipun di sisi lain, khususnya bagi nelayan Singkawang kalau sungai adalah sumber mata pencaharian mereka.

"Buktinya nelayan darat masih mengandalkan sungai sebagai mata pencaharian mereka sebagai jalur transportasi," ungkapnya. (rud/jee)