Kamis, 21 November 2019


Disdikbud Mutasi 20 Kepala Sekolah

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 423
Disdikbud Mutasi 20 Kepala Sekolah

PELANTIKAN – Pelantikan sejumlah Kepala Sekolah tingkat SD yang dilakukan belum lama ini di Kerinci Kamus. Di Kota Singkawang, 20 Kepala Sekolah tingkat SD akan dimutasi. Kebijakan ini disoroti mendapat sorotan dari Anggota DPRD Singkawang. (Ist)

Legislator Khawatir Picu Pro dan Kontra di Masyarakat


Kadisdikbud Singkawang, HM Nadjib
"Diharapkan dengan adanya penyegaran ini maka dapat meningkat kinerja sekolah dan dunia pendidikan pada umumnya"

SINGKAWANG, SP
– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Singkawang bakal memutasi puluhan kepala sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) di Singkawang. Mutasi rencananya akan dilkukan dalam waktu dekat nanti.

“Ada sekitar 20 kepala sekolah SD yang akan kita mutasi dalam waktu ini," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, HM Nadjib, Rabu (22/11).

Nadjib beralasan, keputusan yang ia ambil untuk melakukan penyegaran di tingkat SD. Pasalnya ada sejumlah kepala sekolah yang masuk masa pensiun, maupun kepala sekolah yang menjabat lebih dari satu maupun dua periode.

"Diharapkan dengan adanya penyegaran ini maka dapat meningkat kinerja sekolah dan dunia pendidikan pada umumnya," kilahnya.

Nadjib juga menegaskan, mutasi yang ia lakukan sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

"Penyegaran seperti ini demi kelangsungan berjalannya unit kerja, dalam hal ini sekolah. Siapa dan di manapun di tempatkan, tentu diharapkan bekerja maksimal," ungkapnya.

Sementra terpisah, Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra menilai kebijakan yang dikeluarakan Disdikbud Singkawang terlalu terburu-buru, karena mengingat dalam waktu dekat juga akan dilakukan pelantikan Wali Kota Singkawang terpilih.

"Memang tidak ada aturan yang melarang, tapi kalau boleh lebih bersabar. Apalagi ini dilakukan mendekati pelantikan Wali Kota terpilih," katanya.

Sumberanto khawatir mutasi yang dilakukan berdekatan dengan pergantian pemimpin Singkawang nantinya malah akan memicu pro kontra di masyarakat.
 
“Jangan membuat keputusan-keputusan yang akhirnya malah berpotensi menimbulkan perbedaan pendapat,” imbuhnya.

Hak Kepala Dinas


Sekretaris Dewan Pendidikan Singkawang, Helmi Fauzi mengatakan, secara normatif, mutasi sudah diatur dalam perundang-undangan berdasar hasil kinerja dinas pendidikan.

"Jadi tidak ada hubungannya dengan pelantikan Wali Kota. Karena sudah menjadi wewenang Kepala Dinas Pendidikan. Beda kalau Wali Kota melakukan mutasi Kepala Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Kemudian, secara operasional, mutasi merupakan wewenang kepala dinas dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Singkawang. Sehingga, mutasi kepala sekolah yang akan dilakukan Kadis Pendidikan Singkawang menurutnya tidak ada masalah.

Menurutnya pula, mutasi yang akan dilakukan sifatnya alamiah. Dia mengharapkan adanya mutasi tersebut peningkatan kualitas pendidikan akan semakin baik di Kota Singkawang. (rud/jee)