Pengusaha Sepakat Jaga Stabilitas Harga

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 471

Pengusaha Sepakat Jaga Stabilitas Harga
PANTAU HARGA – Tim Satgas Pangan dan pemerintah daerah memantau ketersedian pangan di pasar tradisional jelang Natal dan tahun baru 2018. Di Singkawang, upaya menstabilitaskan harga jual bahan pangan didukung oleh pengusaha. (Net)

Pemkot dan Tim Satgas Lakukan Pemantauan


Kadisperindagkop dan UKM, Hendryan
"Pada intinya mereka (pengusaha) sepakat menjaga stabillitas harga dan stok barang kebutuhan jelang Natal dan tahun baru"

SINGKAWANG, SP - Jelang perayaan Natal dan tahun baru 2018, Pemerintah Kota Singkawang bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan terus melakukan pemantauan stok dan harga barang pokok di sejumlah pasar tradisional Singkawang.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Singkawang (Disperindagkop dan UKM), Hendryan mengatakan, selain memantau, pihaknya juga terus menggelar rapat Tim Satgas dan produsen pangan.

"Pada intinya mereka (pengusaha) sepakat menjaga stabillitas harga dan stok barang kebutuhan jelang Natal dan tahun baru," kata Hendryan, Minggu (17/12).

Saat ini di Singkawang, Disperidagkop dan UKM mengupayakan harga jual per kilogram di angka Rp25 ribu. Untuk saat ini, harga jual telur per kilogramnya masih berada di kisaran Rp22-21 ribu.

"Hal itu dikarenakan daya serapnya sangat rendah," ungkapnya.

Kemudian untuk daging sapi, masih diberikan toleransi apabila dijual seharga Rp130 ribu per kilogram.

"Namun pedagang juga harus melihat pasaran, jika memang tidak sampai segitu harganya maka pedagang tidak boleh memaksakan harganya sampai Rp130 ribu per kilogram," tuturnya.

Jika harga jual daging sapi terlalu tinggi, maka nantinya dikatakan Hendryan, pemerintah melalui Perum Bulog akan melakukan operasi pasar untuk menekan harga jual daging sapi di kisaran harga Rp80 ribu.

Hal serupa juga akan dilakukan terhadap komoditi lainnya seperti minyak goring dan gula pasir.

"Jadi apabila ada kenaikan, silakan masyarakat memilih. Dan ini sudah terbukti, karena selama ada penyeimbang malah pasar menurunkan dari harga penyeimbang," katanya.

Meskipun saat ini harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan seperti cabai rawit dan bawang merah, namun menurut Hendryan, kenaikan masih terbilang normal.

"Meskipun ada kenaikan, tapi dirasakan belum signifikan," ujarnya.

Secara terpisah, Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat mengatakan, segala jenis penimbunan yang berhubungan dengan pangan akan ditindak tegas.

"Baik yang bersifat ilegal yang datang dari negara tetangga maupun yang legal, tetapi ada main dengan mafia ataupun pelaku kejahatan tentu akan kita tindak tegas," katanya.

Langkah yang Tepat

Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan, langkah yang dilakukan Disperindagkop dan UKM serta Tim Satgas Pangan dalam mengantisipasi lonjakan harga barang sudah tepat. 

"Misalnya, penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beberapa bahan sembako, seperti gula, beras, dan daging beku," katanya.

Pihaknya, melalui Komisi II yang membidangi masalah ekonomi juga juga akan melakukan rapat kerja dengan Disperindag dan UKM, untuk meminta informasi terkait harga pasar, terutama untuk barang-barang yang diperlukan dalam menyambut Natal dan tahun baru 2018.

"Terkait barang sembako yang naik, kita akan mencari informasi dan bila perlu dewan mengundang atau menghadirkan para pengusaha pemasok bahan sembako untuk meminta kerja sama mereka dalam menghadapi hari besar keagamaan," ujarnya. (rud/jee)