Polres Musnahkan Barang Bukti Narkotika

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 350

Polres Musnahkan Barang Bukti Narkotika
PEMUSNAHAN - Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat saat pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dan ganja di halaman Kantor Polres Singkawang, Kamis (25/1). (SP/Rudi)
SINGKAWANG, SP - Polres Singkawang memusnahkan barang bukti perkara narkotika yang ditangani Polres Singkawang sepanjang tahun 2017. Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Polres Singkawang, Kamis (25/1).

Barang bukti narkotika yang dimusnahkan jenis sabu seberat 65,87 gram dan ganja yang merupakan hasil pengungkapan kasus tahun lalu. 

Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat mengatakan sampai 25 Januari 2018, Polres Singkawang telah mengungkap delapan kasus narkotika di Singkawang.

“Insyaallah kinerja tetap kita tingkatkan, dan kita tidak memberikan kesempatan kepada pengedar atau penyalahgunaan narkotika," ujar Yuri.

Pihaknya, dikatakan Yuri akan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk bersama memberantas narkotika di Singkawang.

"Kami bekerja sama dengan BNNK Singkawang akan terus melakukan penyelidikan dan pengawasan agar masyarakat Singkawang bebas dari penyalahgunaan narkotika," tegasnya.

Kasat Narkoba Polres Singkawang, IPTU Iwan Gunawan mengatakan, dari delapan perkara yang ditangani, polisi turut mengamankan 13 orang tersangka.

“Mereka diduga sebagai pengedar dan pengguna narkotika,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala BNNK Singkawang, AKBP Chrismas Siswanto mengatakan bahwa 80 persen narkotika yang masuk melalui jalur laut.

"Hal ini jangan dianggap remeh, karena pelabuhan kecil kita banyak yang tidak dijaga. Nelayan kita imbau agar melapor jika menemukan hal mencurigaan di laut," katanya.

Perubahan jalur masuk yang sebelumnya kerap melalui jalur darat bahkan udara ini, menurut Christmas karena pengamanan di dua jalur tersebut saat ini sudah terbilang ketat dari sebelumnya.

Guna mengantisipasi masuknya barang haram tersebut lewat laut, pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan Bea Cukai Sintete dan Dinas Perikanan.

"Kalau bisa semua kapal-kapal diberi nomor seri, seperti kapal dari Singkawang nomor serinya SP, Sambas SB, supaya kita tahu kapal-kapal siapa saja yang masuk ke wilayah kita," tutupnya. (rud/jee)