Senin, 23 September 2019


Dinsos Amankan Anak Punk Bawah Umur

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 309
Dinsos Amankan Anak Punk Bawah Umur

PENERTIBAN – Petugas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menertibkan anak punk yang berkeliaran di Kota Singkawang. (SP/Rudi)

SINGKAWANG, SP - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali menertibkan penderita gangguan jiwa dan anak punk, Selasa (6/3).

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang, Anita mengatakan, dalam penertiban itu pihaknya telah mengamankan empat orang penderita gangguan jiwa dan lima orang anak punk.

"Dari lima orang anak punk, dua di antaranya masih tergolong anak di bawah umur," katanya.

Karena tergolong anak bawah umur, mereka akhirnya dibina dengan cara diberikan pendidikan agama dengan metode pesantren kilat.

"Khusus anak di bawah umur akan kita berikan pembinaan berupa pesantren kilat selama satu minggu. Sementara yang lainnya kita serahkan ke orangtua mereka masing-masing,” jelasnya.

Sementara penderita gangguan jiwa yang terjaring penertiban dititipkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Singkawang.

"Mereka sudah kita data dan kita buatkan KIS untuk menjalani perawatan selama di RSJ," katanya.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran penertiban Dinas Sosial dan Satpol PP Singkawang dalam penertiban itu, antaralain Pasar  Baru dan di belakang toko Hiburan Baru,  Jalan Budi Utomo.

"Penertiban akan kita lanjutkan karena disinyalir masih ada anak-anak punk yang berkeliaran dan meresahkan masyarakat," katanya. (rud/jee)