Senin, 23 September 2019


LKP Dituntut Berkualitas Baik

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 275
LKP Dituntut Berkualitas Baik

SEMINAR - Seminar nasional yang digelar Kemendikbud RI di Kota singkawang. Dalam seminar dibahas pentingnya kualitas Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk meningkatkan mutu pendidikan. (Ist)

SINGKAWANG, SP – Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kemendikbud RI, Dr Yusuf Muhyidin meminta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Kalbar, khususnya di Kota Singkawang dapat meningkatkan daya saing baik kualitas penyelenggaraan pendidikan, tenaga pendidik hingga lulusan LKP.
 
"Meningkatkan daya saing LKP itu paling penting dalam konteks persaingan saat ini baik nasional, regional bahkan internasional," kata Yusuf Muhyidin saat menggear seminar di Kota Singkawang, Rabu (7/3).
  
Hadir dalam seminar hari itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Singkawang, HM Nadjib, Pengelola Sinka Education dan Training Center, Arya Djalil serta puluhan pengurus LKP dari sembilan kabupaten/kota di Kalbar. 

Acara seminar nasional itu juga diisi dengan pelantikan Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia (HISPPI) Kalbar periode 2018-2022 oleh Ketum HISPPI Pusat, Dr HM Nasrullah Yusuf.

Yusuf mengatakan, peningkatan daya saing LKP mulai dari pendidik,  metodologi pengajaran hingga lulusan LKP harus bersertifikasi.

"Pendidiknya harus berkualitas, lembaganya terakreditasi sehingga lulusannya pun bersertifikasi sesuai jenis program LKP tersebut," ujarnya. 

Dimulai dari tenaga pendidik,  katanya, harus berkompeten dan spesialis di bidang jenis program yang dikuasainya. LKP juga harus terstandarisasi. Misalkan soal mutu lembaga salah satunya harus terakreditasi dari lembaga yang kompeten sesuai rekomendasi Kemendikbud RI. 

"Jika sudah terakreditasi maka mutu lembaga tidak diragukan lagi, selain itu dengan akreditasi maka akan berkesinambungan ada evaluasi kinerja," jelasnya. 

Selain itu, katanya, untuk menentukan mutu lulusan juga dapat dilihat dari berapa banyak lulusan LKP itu menyerap kebutuhan tenaga kerja di dunia kerja, serta seberapa banyak lulusan LKP tersebut menciptakan lapangan kerja sendiri dalam mengatasi pengangguran yang juga berarti mengentaskan kemiskinan.

"Mutu lulusan itu diketahui jika semakin banyak pengakuan baik oleh masyarakat maupun dunia kerja," katanya. (rud/jee)