Selasa, 17 September 2019


Tim Gabungan Tertibkan APK Langgar Aturan, Sempat Terjadi Miskomunikasi saat Penertiban

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 275
Tim Gabungan Tertibkan APK Langgar Aturan, Sempat Terjadi Miskomunikasi saat Penertiban

TERTIBKAN - Tim gabungan Singkawang dari Panwaslu, Satpol PP dan KPU Singkawang menertibkan alat peraga kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang menyalahi aturan di beberapa wilayah di Kota Singkawang, Kamis (8/3). (SP/Rudi)

Ketua Panwaslu Singkawang, Zulita
"Kalau saya bergerak di wilayah Tengah dan Utara, sedangkan yang lain bergerak di wilayah lain"

SINGKAWANG, SP - Tim gabungan dari Panwaslu, Satpol PP dan KPU Singkawang menertibkan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang tidak sesuai aturan desain dan waktu pemasangan di Kecamatan Singkawang Selatan, Singkawang Tengah, Singkawang Barat dan Utara, Kamis (8/3). 

Ketua Panwaslu Singkawang, Zulita mengatakan, saat dilakukan penertiban dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing dipimpin oleh anggota Panwaslu Singkawang.

"Kalau saya bergerak di wilayah Tengah dan Utara, sedangkan yang lain bergerak di wilayah lain,” kata Zulita.

Menurutnya, setiap spanduk maupun baliho yang ada gambar pasangan Cagub atau Cawagub, baik yang sudah lama maupun baru terpasang bakal tetap ditertibkan jika tidak sesuai dengan aturan.

“Tentunya jika tidak sesuai akan ditertibkan,” tegas Zulita.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Singkawang, Ruby Ismayanto mengatakan, untuk wilayah Singkawang Barat penertiban alat peraga kampanye paslon dilakukan di Jalan Yos Sudarso, Jalan Alianyang, Simpang SMK Negeri 1 Jalan Kridasana dan depan Mesjid Agung.

Sedangkan di wilayah Singkawang Utara yakni di simpang STKIP dan Sungai Garam Hilir. Sementara di wilayah Singkawang Tengah di Jalan Suhada dan Jalan Pahlawan. Di wilayah Singkawang Selatan depan SPBU Kaliasin dan Kelurahan Sijangkung sampai Pangmilang.

"Sedangkan untuk wilayah Singkawang Timur dipastikan sudah clear, karena pemilik rumah bersedia untuk melepas sendiri alat peraga kampanye yang terpasang," katanya.

Saat penertiban dilakukan tidak ditemui  hambatan yang berarti meskipun sempat terjadi miskomunikasi.

"Namun setelah diberi pemahaman akhirnya mereka mengerti," ujarnya.

Kewenangan Paslon


Komisioner KPU Provinsi Kalbar, Misrawi, mengatakan meski telah difasilitasi, Paslon Pilkada Kalbar masih memiliki kewenangan, yakni desain dan isi materi dari mereka.

"Desain dan materi untuk bahan kampanye dan alat peraga kampanye itu memang menjadi kewenangan paslon, termasuk pembiayaannya," ujarnya.

Ia mengatakan, untuk bahan kampanye ada empat jenis dan diatur ukurannya.

"Selebaran ukurannya 8,25 cm x 20 cm. Untuk brosur 21 cm x 29,7 cm. Untuk pamflet ukurannya 21 cm x 29,7 cm. Kemudian untuk poster paling besar ukuran 40 cm x 60 cm," sebutnya.

Sementara untuk APK, ada tiga jenis. Pertama, baliho ukurannya 3 m x 4 m. Misrawi mengatakan, setiap tiga paslon dalam Pilgub akan mendapatkan lima buah baliho di setiap kabupaten/kota.

"Untuk umbul-umbul ukurannya 4 m x 0,75 m. Masing-masing calon mendapatkan 20 buah untuk setiap kecamatan. Yang selanjutnya spanduk. Spanduk ukurannya 1 m x 4 m. Per paslon itu mendapatkan 2 buah setiap desa/kelurahan," terangnya. (umr/jee)