Polres Upaya Wujudkan Pilkada Damai

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 552

Polres Upaya Wujudkan Pilkada Damai
PILKADA DAMAI – Sejumlah warga menyuarakan pelaksanaan Pilkada damai. Di Kota Singkawang, Polres juga terus berupaya menciptakan pelaksanaan Pilkada Kalbar yang damai melalui himbauan ke masyarakat dan partai politik. (Detik)

Sampaikan Pesan Kamtibmas ke Masyarakat dan Parpol


Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat
"Kita mendatangi masyarakat dan bersilaturahmi ke sekretariat partai politik untuk menyampaikan pesan mewujudkan Pilkada aman dan tentram"

SINGKAWANG, SP – Polres Singkawang terus berupaya membantu penyelenggaraan pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) mewujudkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) aman dengan pesan kemananan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat mengatakan, selain kepada masyarakat, pesan juga disampaikan kepada pengurus partai politik (Parpol) di Singkawang.

“Kita mendatangi masyarakat dan bersilaturahmi ke sekretariat partai politik untuk menyampaikan pesan mewujudkan Pilkada aman dan tentram," katanya.

Di samping itu, pesan-pesan Kamtibmas juga bisa disampaikan melalui safari Jumat atau yang biasa disebut dengan Jumat Beribadah dan Berbagi Informasi (Jumanji).

"Jumanji ini merupakan program dari kita yang mana personel Polres Singkawang silih berganti dari masjid yang satu ke masjid yang lain untuk melaksanakan Safari Jumat guna menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada jemaah," ujarnya.

Secara terpisah, Kapolsek Singkawang Timur, IPTU Harsoyo meminta kepada masyarakat yang tinggal di wilayah hukumnya untuk tidak menyebarkan berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian (hate speech) mengingat sekarang ini sudah memasuki tahapan Pilkada serentak tahun 2018.

"Saya selaku Kapolsek Singkawang Timur mengajak masyarakat untuk dapat mengikuti Pilkada dengan damai tanpa ada isu SARA," kata Harsoyo.

Tak hanya itu, dia juga mengimbau kepada masyarakatnya untuk tidak menjadikan tempat ibadah sebagai sarana politik pasangan calon dalam menyampaikan visi misi kampanye.

"Guna mendukung agar tahapan Pilkada serentak bisa berjalan sesuai dengan harapan, kami telah melakukan tatap muka dengan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat khususnya yang berada di Kecamatan Singkawang Timur beberapa hari lalu," ujarnya.

Tatap muka itu, katanya, digelar di Masjid Al Muhajirin yang dihadiri oleh seluruh personil Polsek Singkawang Timur dan para jemaah Masjid Al Muhajirin yang berjumlah kurang lebih tiga puluh orang.

"Tatap muka itu juga diakhiri dengan pemberian tali asih berupa buku-buku agama kepada salah satu pengurus Masjid Al Muhajirin, Kecamatan Singkawang Timur," ungkapnya.

Jeli Informasi


Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Singkawang, Zulita mengatakan, masyarakat Singkawang sekarang ini sudah jeli dan update tentang kegiatan pemilihan kepala daerah. 

Namun ia mengingatkan agar informasi yang diterima terlebih dahulu harus disaring. Jika menemukan pelanggaran, masyarakat disilakan untuk melaporkan ke Panwaslu Singkawang.

"Kami selaku pengawas pemilu perlu informasi dari semua pihak untuk terlibat aktif menyampaikan jika ada dugaan pelanggaran pemilu," katanya.

Terkait dengan larangan kampanye, lanjutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah disebutan bahwa pasangan calon dilarang melibatkan pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Pasangan calon dilarang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota kepolisian dan kepala desa atau sebutan lain yakni lurah atau perangkat desa atau sebutan lain perangkat kelurahan," ujarnya.

Selain itu, pasangan calon juga dilarang menggunakan fasilitas dan anggaran pemerintah dengan tujuan kampanye.

"Pasangan calon dilarang menggunakan tempat ibadah dan tempat pendidikan, serta melakukan kegiatan kampanye diluar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU," ujarnya. (rud/jee)