Senin, 23 September 2019


Cegah Terorisme di Singkawang, BNPT Rangkul Perangkat Desa dan Lurah

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 344
Cegah Terorisme di Singkawang, BNPT Rangkul Perangkat Desa dan Lurah

PENCEGAHAN TERORISME – Peserta kegiatan pencegahan terorisme dan radikalisme foto bersama usai berlangsungnya kegiatan. dalam kegiatan tersebut, dibahas berbagai upaya pemerintah mencegah berkembangnya terorisme dan paham radikalisme di Indonesia, khususn

Divisi Pelibatan Masyarakat BNPT, Letkol Laut (KH) Setyo Pranowo
"Peran perangkat desa, kelurahan, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas sangat penting agar daerah tidak terpapar paham terorisme dan pahan radikalisme"

SINGKAWANG, SP – Pencegahan terorisme di Indonesia terus dilakukan oleh pemerintah. Di Kota Singkawang, upaya ini dilakukan dengan melibatkan aparatur tingkat kelurahan dan desa. 
 
Divisi Pelibatan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Letkol Laut (KH) Setyo Pranowo saat Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalbar di Singkawang, Kamis (5/4), mengatakan peran perangkat kelurahan dan desa merupakan ujung tombak pencegahan terorisme dan paham radikalisme.

"Peran perangkat desa, kelurahan, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas sangat penting agar daerah tidak terpapar paham terorisme dan pahan radikalisme,” kata Setyo.
 
Kegiatan hari itu juga menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Kementerian Dalam Negeri yang gunanya untuk melihat dan memantau hal yang berhubungan dengan radikalisme maupun terorisme sehingga bisa melakukan aksi.

Dilanjutkan Setyo, terbukanya informasi sekarang ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan paham terorisme dan radikalisme.

“Ada banyak website di dunia maya yang mengajarkan cara merakit bom. Ini juga berpepengaruh negatif. Akhirnya mereka yang sudah terpapar paham teroris dan radikalisme tahu cara membuat bom,” sesalnya.
  
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Singkawang, Baharuddin mengapresiasi kegiatan yang dilangsungkan BNPT dengan melibatkan tingkat kelurahan dan desa.

"Semoga aparat kelurahan yang hadir dapat lebih memahami dan bisa menularkan pengetahuan mereka untuk mencegah radikalisme dan terorisme di wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Dia pun berharap, agar Singkawang juga bisa dibentuk FKPT mengingat Singkawang merupakan kota yang multi etnis.

"Memang sempat terdengar kabar kalau di Singkawang akan dibentuk FKPT. Mungkin belum di dukung oleh regulasi yang ada sehingga FKPT hanya ada di provinsi," ungkapnya. (ant/jee)

Langkah Konkret Pemerintah

Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama (FKPELA) Kota Singkawang, William F Soumokil mengatakan, kegiatan sosialisasi dari BNPT dan FKPT adalah langkah konkret yang sangat baik.

"Kami menyambut baik kegiatan seperti ini agar publik figur di kalangan akar rumput memiliki bekal yang baik tentang apa itu paham radikal dan pergerakan terorisme global," katanya.

Menurutnya, narasumber yang memberikan materi pada kegiatan ini juga sangat berkompeten dan detail, dengan demikian, target yang ingin dicapai terhadap pencegahan paham radikal di tengah masyarakat dapat diimpelmentasikan dengan tepat.

Sehingga, tindakan preventif seperti ini tentu saja memiliki cost sosial dan material yang jauh lebih rendah dibandingkan mengatasi masalah yang sudah terjadi di kemudian hari.

"Kita berharap agar dengan kegiatan ini masyarakat lebih waspada terhadap gerak-gerik radikal di sekitarnya dan tidak ragu-ragu lagi untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib jika terdapat kegiatan radikal yang mencurigakan," pintanya. (rud/jee)