Keberatan Danlanud akan Dilaporkan ke Kepala DLH Singkawang

Singkawang

Editor K Balasa Dibaca : 407

Keberatan Danlanud akan Dilaporkan ke Kepala DLH Singkawang
Pemasangan plang imbauan pembuangan sampah. (SP/Rudi)
SINGKAWANG, SP - Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Singkawang, Meyta Puspitasari mengatakan, kegiatan ini dalam rangka sosialisasi kebijakan tentang pengelolaan persampahan. 

"Jadi pemasangan plang imbauan tentang jadwal pembuangan sampah merupakan rangkaian kegiatan yang akan kita laksanakan pada 7-9 Mei," kata Meyta. 

Menurutnya, jam pembuangan sampah sudah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwako) Singkawang Nomor 37 tahun 2016 tentang jam buang sampah dari jam 18.00 sampai 06.00 WIB. 

Namun sebelum membuang sampah, masyarakat Singkawang diimbau untuk bisa melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah terlebih dahulu di rumah tangga. 

"Pemilahan itu cukup dengan sampah organik dan anorganik," ujarnya. 

Dimana sampah organik, menurutnya, bisa dijadikan pupuk kompos, sedangkan yang anorganik mungkin bisa digunakan kembali oleh masyarakat. 

"Sehingga yang berada di TPS ini sampah yang sudah residu atau tidak bisa dimanfaatkan kembali," ungkapnya. 

Dikatakan dia, rencana pemasangan imbauan tentang jadwal pembuangan sampah difokuskan di 17 titik TPS. Yang akan dimulakan kepada tiga titik pilot projek yang akan dijadwalkan pada Rabu depan, antara lain, TPS Warung Perahu, belakang Bank Mandiri dan Tjsafiudin. 

"Tiga TPS pilot projek ini nantinya akan dijaga sebanyak tiga orang, antaralain petugas dari UPT, petugas LH dan duta LH," jelasnya. 

Penjagaan tiga TPS ini akan dimulai dari tanggal 9 Mei hingga tiga hari ke depan. 

Menanggapi keberatan yang lontarkan Komandan Lanud Harry Hadisoemantri (HAD), Letkol Pnb Erick Rofiq Nurdin, dia belum bisa memberikan tanggapan. Terlebih pembangunan TPS di lokasi itu sudah ada sejak 2004 silam.

"Sehingga kewenangannya masih berada di Dinas Kebersihan dan Perumahan Singkawang waktu itu," jelasnya. 

Diakuinya, sebelum dilakukan pembangunan TPS, pihaknya terlebih dahulu meminta persetujuan dari warga sekitar. "Untuk di situ, memang ada rumah pegawai DLH, yang pada saat pembangunan TPS di situ dia sedang sekolah. Jadi mungkin tidak dimintai persetujuan," ungkapnya. 

Sehingga untuk menindaklanjuti keberatan itu, pihaknya akan melaporkan hal itu ke Kadis. 

"Jadi kita tunggu saja seperti apa nanti langkah dari Kadis," katanya. 

Namun, untuk sementara ini pihak AURI akan melakukan penutupan TPS tersebut. 

"Ini kami sambut baik, cuma kami minta ada sebentuk pengawasan dari mereka sehingga ketika sudah dibersihkan, lokasi itu tetap terjaga karena diawasi oleh pasukan dari mereka," pintanya.

Bahkan untuk mendukung itu, pihaknya siap membackup agar lokasi tersebut tetap terjaga dari sampah. "Sehingga masyarakat selaku pengguna TPS tersebut, akan kita alihkan ke tempat lain," katanya. 

Mengingat tanah tersebut akan dimanfaatkan AURI untuk membangun mess. "Karena kalau statusnya kosong, maka tanah tersebut tercatat sebagai aset Pemkot Singkawang," ujarnya. (rud)