Kamis, 19 September 2019


Peningkatan Kesehatan Warga Singkawang, Dinas Kesehatan Gelar Workshop Akreditas

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 490
Peningkatan Kesehatan Warga Singkawang, Dinas Kesehatan Gelar Workshop Akreditas

ilustrasi. (Net)

Kepala Dinas Kesehatan, A Kismed
"Puskesmas yang sudah terakreditasi itu berarti sudah melaksanakan semua kegiatan standarisasi akreditasi, baik mengenai sarana dan prasarana, tenaga teknis maupun pelaksanaan kegiatan sudah terstandar,"

SINGKAWANG, SP - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang menggelar workshop bertema: Audit Internal Tinjauan Manajemen dan Keselamatan Pasien Dalam Rangka Pengembangan Akreditasi Puskesmas di Kota Singkawang, Minggu (6/5).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Djoko Suratmiarjo mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu mekanisme untuk penilaian kinerja Puskesmas yang dilakukan oleh tim audit sebagai implementasi kegiatan akreditasi Puskesmas di Kota Singkawang.

Adapun dasar hukumnya tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas. Dalam Permen tersebut menegaskan upaya peningkatan mutu pelayanan, Puskesmas wajib diakreditasi secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali.

Tujuannya agar Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas dapat melakukan peningkatan mutu pelayanan yang mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat di Kota Singkawang. Sementara digelarnya workshop ini, supaya peserta dapat memahami pelaksanaan internal audit tinjauan manajemen. Kemudian, peserta memahami proses dana tahapan pelaksanaan internal audit tinjauan manajemen.

"Serta adanya masukan untuk melakukan peningkatan mutu pelayanan di Puskesmas," kata Djoko.

Dalam workshop ini, beberapa materi yang disampaikan, antaralain, tentang audit internal, tinjauan manajemen, penggunaan alat kebakaran api ringan (APAR), pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di Puskesmas, kewaspadaan isolasi dan insiden keselamatan pasien.

"Sehingga dalam workshop ini kita mendatangkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, BPBD Singkawang dan RSUD dr Abdul Aziz Singkawang," sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, A Kismed mengatakan, untuk tahun ini ada dua Puskesmas yang akan diusulkan untuk diakreditasi oleh Tim Akreditasi Nasional.

"Dua Puskesmas itu adalah Puskesmas Singkawang Tengah Dua dan Puskesmas Singkawang Utara Dua," katanya.

Sehingga, dalam workshop ini dihadirkanlah pimpinan dan staf UPT Puskesmas yang dimaksud. Akreditasi ini, katanya, adalah sebagai wujud pengakuan dari Tim Akreditasi Independen di pusat terkait dengan mutu layanan yang dilakukan Puskesmas tersebut.

"Puskesmas yang sudah terakreditasi itu berarti sudah melaksanakan semua kegiatan standarisasi akreditasi, baik mengenai sarana dan prasarana, tenaga teknis maupun pelaksanaan kegiatan sudah terstandar," ujarnya.

Lain halnya, jika tidak terakreditasi, maka mutu layanan sebuah fasilitas kesehatan masih menjadi tanda tanya alias tidak berstandar.

Terlebih pemerintah pusat sudah menggariskan bahwa baik fasilitas kesehatan seperti Puskesmas harus terakreditasi baik statusnya milik pemerintah ataupun swasta seperti klinik termasuk dokter praktik mandiri.

"Jika tidak diakreditasi maka tidak melakukan standardisasi pelayanan sehingga ke depannya BPJS tidak akan mau melakukan kerja sama," jelasnya.

Bertujuan Baik

Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan, workshop ini memiliki tujuan yang sangat baik dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan dan sarana yang tersedia memadai. 

"Kalau Puskesmas Singkawang mau ada peningkatan akreditasinya, maka pihak manajemen harus bekerja keras dan smart dalam penerapan aturan sesuai ketentuan yang ada," katanya.

Pemberian dorongan semangat dan motivasi sangat penting khususnya dalam penyediaan sarana prasarana yang baik dan lengkap.

Di samping itu, pihak petugasnya dalam memberikan pelayanan harus dengan sepenuh hati, semua tenaga medis harus mau belajar meningkatkan dalam pemberian pelayanan yang bermutu.

"Saya kira tidak ada yang susah, kalau betul-betul mau berubah. Justru orang yang anti perubahan akan tergilas sendiri," ujarnya.

Dia juga berharap kepada Wali Kota Singkawang mau sering memantau apakah sudah berjalan sesuai dengan misinya dalam peningkatan pelayanan kesehatan.

"Kalau belum langkah apa yang harus diambil. Sehingga sinergitas dengan semua pihak yang berkompeten harus terjaga, demikian juga dalam memantau kinerja OPD yang ada," ungkapnya. (rud/ang)