Harga Telur di Singkawang Melonjak, Helmi: Disebabkan Harga Pakan yang Naik

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 419

Harga Telur di Singkawang Melonjak, Helmi: Disebabkan Harga Pakan yang Naik
TELUR – Seorang pedagang telur merapikan dagangannya. Kenaikan harga telur di sejumlah pasar tradisional di Singkawang ditengarai akibat melonjaknya harga pakan. (Net)
Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Singkawang kini sudah mencapai Rp25 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut ditengarai akibat melonjaknya harga pakan ayam di sejumlah wilayah Indonesia. 

SP - Kasi Distribusi Barang dan Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Singkawang, Helmi Aswandi mengatakan, kendati mengalami kenaikan, stok telur saat ini masih dianggap mencukupi kebutuhan pasar.

"Naiknya harga telur ini disebabkan harga pakan juga naik, sehingga berdampak pada harha juga hasil produksi telur,” kata Helmi, Minggu (15/7).

Sementara untuk komoditi lainnya, seperti ayam potong masih stabil diharga tinggi yakni Rp45 ribu per kilogram. Sedangkan ikan tongkol dijual di kisaran antara Rp30 ribu-Rp32 ribu per kilogram. "Sementara ikan kembung dijual seharga Rp33 ribu per kilogram," ujarnya.

Untuk sayur-sayuran saat ini masih sekitar Rp5.000 per ikat. Bawang merah telah terjadi penurunan harga dari Rp28 ribu turun menjadi Rp25 ribu-Rp23 ribu per kilogram. "Sementara pada bawang putih masih tetap diharga Rp20 ribu per kilogram," ungkapnya.

Kemudian cabe rawit dari Rp65 ribu turun menjadi Rp60 ribu. Bahkan ada pedagang yang menjualnya diharga Rp58 ribu per kilogram.

Menurut pengakuan dari para pedagang, kata Helmi, bahwa harga cabe rawit akan semakin turun mengingat stok cabe rawit saat ini sudah mulai masuk di pasaran. "Sedangkan wortel dari Rp22 ribu turun menjadi Rp18 ribu per Kilogram," jelasnya. 

Sementara itu, harga telur ayam masih terus mengalami kenaikan setelah Lebaran 2018 lalu. Kenaikan harga telur Ayam saat ini juga telah melampaui batasan yang dipatok Kementerian Perdagangan (Kemendag), yakni Rp22 ribu per kilogram (Kg).

Menyikapi kenaikan harga ini, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menyatakan akan menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha yang terkait dengan sektor hulu bisnis telur ayam.

"Mulai dari peternak mandiri, layer [penyedia], integrator, penjual pakan, baik pengusaha yang besar dan kecil, Senin akan kami undang untuk dievaluasi, kenapa bisa terjadi kenaikan harga," ujar Enggartiasto di Kantor Kemendag, Jakarta.

Pertemuan pada 16 Juli 2018 itu, menurut Enggartiasto, digelar untuk menelisik faktor-faktor pemicu kenaikan harga telur ayam secara lebih mendetail. (rudi/ang)