Sabtu, 14 Desember 2019


Pembangunan Bandara Libatkan Pihak Ketiga, Wali Kota Singkawang Sudah Temui Sejumlah Investor

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 773
Pembangunan Bandara Libatkan Pihak Ketiga, Wali Kota Singkawang Sudah Temui Sejumlah Investor

BAYAR GANTI RUGI - Kepala Dinas Perhubungan Singkawang Sumastro saat membayarkan ganti rugi obyek pengadaan tanah untuk Bandara senilai kepada pemilik lahan di Aula Dayang Resort, belum lama ini. (Ist)

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie
"Jadi kita yang ada di Pemerintahan Kota Singkawang mencoba untuk mempresentasikannya kepada calon investor yang kiranya mau berinvestasi untuk ikut membangun Singkawang,"

SINGKAWANG, SP - Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie optimistis pembangunan bandar udara (Bandara) akan terealisasi di masa kepemimpinannya lima tahun ke depan. Pasalnya, selain berupaya mendapat dukungan penuh pemerintah pusat, dia juga telah menemui sejumlah investor yang akan terlibat.

"Pasti terealisasi apalagi saya sudah menyampaikan rencana pembangunan bandara ini kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo secara lisan di acara Rekernas Apeksi kemarin," kata Tjhai Chui Mie, Minggu (12/8).

Ditambah lagi, kalau dirinya pun sudah menyampaikan kesiapan lahan pembangunan Bandara ke Menteri Perhubungan RI yang dihadiri Kadishub Provinsi Kalbar, Kadishub Singkawang, Asisten Singkawang, PUPR Singkawang, Bappeda Singkawang, BPN Singkawang dan Ketua DPRD Singkawang.

"Saya pikir sudah tidak ada permasalahan yang serius selain pembebasan lahan. Bahkan untuk sekarang ini pembebasan lahan juga sudah tidak ada masalah lagi karena sebagian sudah dilakukan transaksi (pergantian ganti rugi) sesuai dengan harga yang ditentukan tim penilai," ujarnya.

Sehingga, saat ini yang sedang dipikirkan adalah perlunya anggaran dari pemerintah pusat untuk land clearing dan membangun runway Bandara. Namun tidak hanya bersumber dari negara, pembangunan Bandara juga akan melibatkan pihak ketiga.

"Jadi kita yang ada di Pemerintahan Kota Singkawang mencoba untuk mempresentasikannya kepada calon investor yang kiranya mau berinvestasi untuk ikut membangun Singkawang," ungkapnya.

Tjhai Chui Mie pun mengaku jika presentasi mengenai pembangunan Bandara sudah disampaikannya ke beberapa calon investor.

Hanya saja, sebelum dirinya berbuat dipastikan para calon investor belum bisa memberikan kepastian untuk membantu.

"Maka dari itu saya berharap ada suatu kepastian juga mengenai anggaran 2019, sehingga kita bisa berbuat sesuatu. Dengan begitu, saya yakin dan percaya kita bisa mendapatkan investor yang mau ikut membangun," jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Sumastro mengatakan, pihaknya telah membayarkan ganti rugi obyek pengadaan tanah untuk Bandara senilai Rp14,21 miliar.

"Anggaran ganti rugi obyek tanah yang dibayarkan untuk pembebasan lahan seluas 151 hektare," katanya.

Acara ganti rugi itu, dihadiri Asisten Pemerintahan Singkawang, Ketua Pengadilan Negeri Singkawang, wakil Ketua TP4D dari Kejaksaan Negeri Singkawang, Kapolsek Singkawang Selatan dan Danramil 16-Sedau.

"Hal ini menunjukkan bahwa kita telah berkomitmen untuk menyelesaikan proses ganti rugi lahan untuk bandara," ujarnya. 

Sebagaimana diketahui, Bandara Singkawang akan dibangunan di kawasan Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan. Tak tanggung-tanggung, Pemkot berencana bisa mendaratkan pesawat Boeing 737-900 ER yang mampu mengangkut 218 penumpang.

Penetapan lokasi Bandara tersebut berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan Gubernur Kalbar Cornelis terdahulu untuk menindaklanjuti surat Kementerian Perhubungan RI terkait nomor izin prinsip titik koordinat tertanggal 3 Maret 2017

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kota Singkawang, Eko Susanto, mengatakan jika merujuk pada master plan yang ada, pembanguan fisik Bandara Singkawang dibagi ke dalam tiga tahap. Setiap tahapnya akan disesuaikan dengan jarak tempuh dan pesawat yang akan beroperasi.

Tahap pertama dengan asumsi panjang landasan pacu 1.400x30 meter persegi untuk jenis pesawat terbesar ATR 42, tahap kedua landas pacu menjadi 1.800x30 untuk ATR 72 dan tahap tiga atau ultimate penambahan landas pacu hingga 2.650x45 untuk pesawat B737-900 ER. (rud/ang)

Perlu Dukungan Pemerintah Pusat

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Singkawang, Asyir A Bakar mengatakan, proses land clearing untuk akses Bandara secara sempurna perlu mendapat dukungan dana dari pemerintah pusat melalui APBN. "Mulai dari membuka jalur sampai ke titik koordinat akses bandara," katanya.

Jika memang nanti bisa dianggarkan pemerintah pusat, maka akan segera pihaknya siapkan untuk jalur akses bandara.

"Namun untuk merintis awal anggarannya dari pemerintah daerah, tapi pembangunan secara lengkap atau sempurna itu tentu harus dari APBN," ujarnya. (rud/ang)