Pembebasan Lahan Bandara Singkawang Sudah 90 Persen

Singkawang

Editor Indra W Dibaca : 886

Pembebasan Lahan Bandara Singkawang Sudah 90 Persen
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Singkawang, Erwin Rachman. (Ist)
SINGKAWANG, SP - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Singkawang, Erwin Rachman mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan bandar udara baru sudah mencapai 90 persen. 

"Artinya kesiapan lahan untuk pembangunan bandara saat ini sudah mencapai 90 persen," kata Erwin, Selasa (14/8). 

Hal itu dikarenakan, Pemerintah Kota Singkawang sudah memberikan ganti rugi obyek pengadaan tanah untuk bandara kepada pemilik lahan di Aula Dayang Resort, belum lama ini. 

"Secara keseluruhan biaya penggantian yang dikeluarkan adalah senilai Rp14,21 miliar," ujarnya. 

Dari 69 persil bidang tanah yang akan dibayarkan Pemkot Singkawang, sebanyak 27 persil menempuh jalur hukum ke Pengadilan Negeri Singkawang. 

"Artinya 20 persil ke Pengadilan Negeri itu dikarenakan kepemilikan tanah, kemudian sisanya 7 persil dikarenakan pemilik tanah tidak setuju dengan nilai ganti rugi yang sudah ditentukan tim aversial," ujarnya. 

Terkait dengan 7 persil itu, sekarang ini pihaknya sedang dalam proses konsinyasi (titip uang) ke Pengadilan Negeri Singkawang. 

Jadi, setelah uang ganti rugi dititipkan di Pengadilan Negeri Singkawang (setelah dikeluarkannya surat keputusan penetapan dari Kantor Pengadilan) maka dengan sendirinya lahan yang akan dijadikan sebagai pembangunan bandara itu akan menjadi milik negara. 

"Mengenai perkara ganti rugi di Kantor Pengadilan, biarlah pengadilan yang memutuskan apakah nanti nilainya naik atau turun, kita tunggu saja keputusannya. Tapi masyarakat yang bersengketa itu kapan saja bisa mengambil uang yang dititipkan itu di pengadilan," ungkapnya. 

Selanjutnya, apabila tanah itu sudah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Singkawang secara sah, maka tanah tersebut sudah bisa ditindaklanjuti dengan pembangunan. 

"Artinya Dinas Perhubungan yang dalam hal ini ingin memiliki tanah sudah bisa menindaklanjutinya dengan pembangunan fisik seperti Land Clearing atau Runway," jelasnya. 

Secara terpisah, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie merasa optimistis Bandara Singkawang bakal terealisasi di masa kepemimpinannya lima tahun ke depan. 

"Pasti terealisasi apalagi saya sudah menyampaikan rencana pembangunan bandara ini kepada Bapak Presiden RI, Joko Widodo secara lisan di acara Rekernas Apeksi kemarin," kata Tjhai Chui Mie. 

Ditambah lagi, kalau dirinya pun sudah menyampaikan kesiapan lahan pembangunan bandara ke Menteri Perhubungan RI yang dihadiri Kadishub Provinsi Kalbar, Kadishub Singkawang, Asisten Singkawang, PUPR Singkawang, Bappeda Singkawang, BPN Singkawang dan Ketua DPRD Singkawang.

"Saya pikir sudah tidak ada permasalahan yang serius selain pembebasan lahan. Bahkan untuk sekarang ini pembebasan lahan juga sudah tidak ada masalah lagi karena sebagian sudah dilakukan transaksi (pergantian ganti rugi) sesuai dengan harga yang ditentukan tim aversial," ujarnya. 

Sehingga, yang sedang dipikirkan adalah perlunya anggaran dari pusat untuk membangun Land Clearing dan Runway bandara. 

Sedangkan sisanya secara pribadi sekaligus Wali Kota Singkawang, dirinya akan berupaya menjalin kerjasama dengan pihak ketiga. 

"Jadi kita yang ada di Pemerintahan Kota Singkawang mencoba untuk mempresentasikannya kepada calon investor yang kiranya mau berinvestasi untuk ikut membangun Singkawang," ungkapnya. 

Tjhai Chui Mie pun mengaku jika presentasi mengenai pembangunan bandara sudah disampaikannya ke beberapa calon investor. 

Hanya saja, sebelum dirinya berbuat dipastikan para calon investor belum bisa memberikan kepastian untuk membantu. 

"Maka dari itu saya berharap ada suatu kepastian juga mengenai anggaran 2019, sehingga kita bisa berbuat sesuatu. Dengan begitu, saya yakin dan percaya kita bisa mendapatkan investor yang mau ikut membangun," jelasnya. (rud)