Peluru Nyasar Resahkan Siswa, Kepala SDN 94 Minta Polisi Selidiki

Singkawang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 288

Peluru Nyasar Resahkan Siswa, Kepala SDN 94 Minta Polisi Selidiki
PELURU NYASAR - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, HM Nadjib menunjuk lubang di kaca diduga akibat peluru senapan angin nyasar di SDN 94 Singkawang Utara. Kejadian ini merupakan yang kedua, sebelumnya menghantam ruang belajar siswa. (SP/Ru
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, HM Nadjib 
"Jadi tolong kepada masyarakat sekitar sekolah terutama yang hobi berburu, janganlah dilakukan di sekitar sekolah. Mengingat di sekolah banyak anak-anak,"

SINGKAWANG, SP - Sebuah peluru senapan angin yang diduga nyasar menghantam kaca ruangan Kepala Sekolah Dasar Negeri  (SDN) 94 atau Sekolah Alam Harmoni Hijau, Kecamatan Singkawang Utara, Rabu (29/8) pagi.

Kepala Sekolah Indrawati Ningsih mengatakan, ini sudah kedua kalinya, persitiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ini membuat resah. Namun untungnya, kejadian itu tidak sampai melukai siapapun karena sebagian murid masih berada di luar kelas.

“Kejadian serupa juga pernah terjadi seminggu yang lalu. Mengenai kaca ruang kelas III, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, anak-anak sedang beristirahat di luar kelas," kata Indrawati.

Terkait kejadian itu, pihak sekolah telah memberitahukan kepada kepolisian agar segera diselidiki pelaku dan motivasinya. "Polisi sudah saya kasih tahu, dan sudah datang ke sekolah untuk penyelidikan," ungkapnya.

Namun, pihak kepolisian hanya berpesan, jika ada orang yang mencurigakan segera melapor. Dan jika melihat orang membawa senapan angin untuk berburu ditegur. "Jika memang saya tidak bisa menegur langsung, polisi menyarankan kepada saya agar melaporkan hal tersebut ke Babinkamtibmas," jelasnya.

Dia mengaku khawatir, jika kejadian serupa akan terulang kembali. Karena, pada saat mata pelajaran olahraga anak-anak biasanya berada di luar kelas. "Jadi itu yang kita takutkan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, HM Nadjib menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut kejadian pecahnya kaca ruangan di SDN 94 Singkawang Utara. "Karena mereka yang punya keahlian untuk menyelidiki kasus ini," katanya.

Untuk itu, dia meminta kepolisian bisa menyelidiki kasus ini, supaya tidak menjadi keresahan bagi para orangtua maupun guru di sekolah.

Dirinya mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Kalaupun kejadian ini terjadi karena ketidaksengajaan, tentu untuk ke depan diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Jadi tolong kepada masyarakat sekitar sekolah terutama yang hobi berburu, janganlah dilakukan di sekitar sekolah. Mengingat di sekolah banyak anak-anak," pintanya.

Hal itu diingatkan, lantaran sangat berisiko terhadap keselamatan anak-anak yang sedang menimba ilmu di sekolah. Apalagi dari kejadian ini ada dua sudut yang berbeda, di mana satu di depan dan satunya lagi di belakang. "Kejadiannya pun terjadi di hari yang berbeda," ujarnya.

Intinya, jangan sampai ada teror di lingkungan pendidikan. Karena di sekolah tidak ada unsur apapun apalagi politik. "Karena sekolah merupakan tempat untuk anak belajar, jadi jangan sampai dikait-kaitkan dengan hal-hal yang lain," pintanya.

Kepada sekolah yang mengalami kejadian, apabila melihat orang memegang senjata angin tolong diingatkan supaya jangan berada di sekitar sekolah. "Risiko keselamatan anak-anak harus kita utamakan dan hindari bersama," ajaknya.

Polisi Gelar Penyelidikan

Kapolsek Singkawang Utara, Iptu Sunaryo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kejadian yang telah membuat kaca ruangan SDN 94 Singkawang Utara pecah.

"Berdasarkan informasi dari Babinkamtibmas Kelurahan Naram, kaca SDN 94 yang berlokasi di lingkungan Pusat Layanan Autis (PLA) Naram Singkawang Utara diduga pecah akibat tembakan menggunakan senapan angin yang dilakukan oleh orang tak dikenal," katanya.

Kejadian tersebut mengakibatkan kaca jendela ruangan kepala sekolah mengalami rusak yakni bolong akibat tembakan senapan angin, namun tidak ada korban luka.

Saat kejadian kepala sekolah yang sedang berada di ruangan, mendengar suara pecahan kaca. "Kemudian memeriksa ke bagian kaca jendela bagian depan dan didapati kaca bagian depan ruangannya sudah rusak," jelasnya. (rud/ang)