Realisasi Pendapat Pajak Singkawang Membaik

Singkawang

Editor Angga Haksoro Dibaca : 209

Realisasi Pendapat Pajak Singkawang Membaik
Singkawang, SP – Badan Keuangan Daerah Kabupaten Singkawang akan akan mengejar pendapatan daerah dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan selain dari Pajak Bumi dan Bangunan.  

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan didapat dari transaksi jual beli tanah dan bangunan.  

“Dalam APBD induk Kota Singkawang BPHTB ditargetkan Rp 9 miliar. Kemudian di APBD-Perubahan disepakati untuk dinaikkan menjadi Rp 11 miliar. Alhamdulillah sampai hari ini transaksi orang dalam hal jual beli tanah realisasinya sudah mencapai Rp 12 miliar,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Singkawang, Muslimin.

Tidak hanya itu, dari 11 jenis objek pajak yang dikelola Badan Keuangan Daerah Kabupaten Singkawang, 9 objek pajak hingga November 2018 realisasi target di atas 100 persen. “Sementara dua objek pajak seperti sarang burung walet dan mineral bukan logam masih di bawah 100 persen.”

Pajak pendapatan daerah dari penjualan sarang burung walet dari Rp 50 juta yang ditargetkan, hingga Oktober baru terealisasi sekitar 10 persen. Hal ini dikarenakan ada perubahan aturan yang mesti diselesaikan oleh Pejabat Asisten II Setda Kota Singkawang. 

Kata Muslimin, seharusnya sudah ada revisi Perda tentang sarang burung walet. “Jadi kami sudah mengingatkan ke leading sektor di Sekretariat Daerah agar Perda yang sebelumnya mengatur tentang pajak sarang burung walet harusnya di revisi. Karena kalau tidak segera direvisi, kedepannya dikhawatirkan tidak akan bisa mencapai target yang ditetapkan,” pintanya.

Sedangkan untuk pajak mineral bukan logam, sebenarnya tergantung dari rekan-rekan yang mengerjakan proyek di lapangan. Dia meyakini sampai akhir tahun ini target pendapatan pajak Rp 300 juta bisa tercapai.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie sebelumnya mengatakan dengan semakin baiknya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, diyakini target PBB tahun 2018 bisa terealisasi.

"Dari tahun ke tahun realisasi pendapatan dari PBB selalu meningkat, sehingga dengan adanya peningkatan itu, menandakan bahwa kesadaran masyarakat Singkawang dalam membayar PBB sudah baik,” katanya.

Peningkatan pendapatan PBB setiap tahunnya juga tidak terlepas dari kerja keras Badan Keuangan Daerah Singkawang melalui upaya-upaya yang dilakukan sehingga masyarakat membayar pajak tepat waktu.  

Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Singkawang melaporkan sampai tanggal 6 November 2018 realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2018 sudah mencapai Rp 5,572 miliar dari yang ditargetkan sebesar Rp 6,5 miliar. (rud)