Harga Cabai Rawit di Singkawang Meroket

Singkawang

Editor Admin Dibaca : 122

Harga Cabai Rawit di Singkawang Meroket
Pedagang cabai rawit
SINGKAWANG, SP – Kepala Seksi Distribusi Barang dan Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Singkawang, Helmi Aswandi mengatakan, saat ini harga cabai rawit mulai alami kenaikan. 

Di mana sebelumnya dijual harga Rp60 ribu/kg, menjadi Rp70 ribu-Rp80 ribu.

"Seperti di Pasar Beringin, cabai rawit dijual Rp70 ribu/kg, sedangkan di Pasar Alianyang, cabai rawit dijual Rp80 ribu/kg," kata Helmi, Minggu (6/1). 

Begitu pula dengan cabai yang didatangkan dari Pulau Jawa. Kehadiran cabai rawit ini diharapkan sebagai penyeimbang harga apabila terjadi kenaikan, namun ikut dijual dengan harga tinggi yaitu dikisaran antara Rp60 ribu sampai Rp65 ribu/kg.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit memang sudah jauh-jauh hari diprediksikan khususnya dari bulan Januari sampai Maret 2019.

 "Memasuki awal tahun itulah, biasanya harga cabai rawit mengalami kenaikan atau mahal," ujarnya.

Sehingga, pada bulan November 2018 kemarin, pihaknya sudah membuat dan melayangkan surat ke Dinas Pertanian untuk menyarankan agar mengintensifkan pemeliharaan tanaman cabai sebagai antisipasi kenaikan harga di awal tahun 2019.

"Karena pada saat itulah harga cabai selalu naik," ungkapnya.

Selain cabai rawit, harga telur ayam juga saat ini masih dijual dengan harga tinggi (sama seperti menjelang Hari Raya Natal), yakni di harga Rp25 ribukg. "Seperti di Pasar Alianyang masih dijual seharga Rp24 ribukg," tuturnya.

Demikian pula dengan daging ayam, dijual di kisaran antara Rp45 ribu - Rp48 ribu/kg. Sementara untuk komoditi lainnya seperti bawang merah, bawang putih, gula, minyak goreng curah maupun dalam bentuk kemasan masih stabil atau normal.

Untuk bawang merah dengan kualitas sedang, saat ini masih seharga Rp30 ribu/kg, bawang putih stabil di harga Rp18 ribu, gula Rp11 ribu, minyak goreng curah Rp10 ribu, minyak goreng kemasan sekitar Rp14 ribu-Rp15 ribu/liter.

Untuk ikan tongkol, masih di kisaran Rp30 ribu, begitu pula dengan sayur-sayuran seperti wortel Rp20 ribu-Rp22 ribu/kg, tomat Rp12 ribu-Rp15 ribu/kg dan sawi Rp5.000/ikat. "Kecuali kentang dari Rp14 ribu naik menjadi Rp16 ribu/kg," jelasnya.

Sementara beras, sampai saat ini masih stabil di harga tinggi. Seperti yang kelas premium saja masih di kisaran Rp13.500-Rp14 ribu/kg, sedangkan yang kelas medium Rp10.500-Rp11 ribu/kg.

Menurutnya, Operasi Pasar (OP) beras yang digelar Disperindag bersama Bulog selama ini belum dapat menurunkan harga beras, buktinya sampai sekarang beras masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Karena untuk kelas medium berdasarkan HET pemerintah adalah sebesar Rp9.950/kg, sedangkan premium Rp13.300/kg," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Singkawang bersama dengan Bulog, TNI dan Satgas Pangan menggelar operasi pasar (OP) di Pasar Beringin Singkawang, Kamis (3/1) kemarin.

Dalam giat tersebut, selain beras yang dijual, Pemkot Singkawang juga menjual gula, minyak goreng dan tepung terigu.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Singkawang, Hendryan mengatakan, operasi pasar yang digelar merupakan instruksi dari Menteri Perdagangan secara serentak se-Indonesia.

"Hal itu dikarenakan harga beras di pasaran sampai saat ini belum turun dan masih diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah," katanya.

Hal itu disebabkan, para petani belum memasuki masa panen ditambah lagi pasokan (stok) terbatas, sehingga harga beras masih diatas HET yang sudah ditetapkan pemerintah.

"Sehingga inilah yang diantisipasi oleh pemerintah terutama pada kurangnya pasokan (stok) sehingga terjadi kenaikan harga karena permintaan agak meningkat," ujarnya.

Oleh karena itu, diambilah cadangan beras nasional yang berada di Bulog. Karena sesuai dengan petunjuk tehnis, beras ini dapat dikeluarkan apabila ada perintah dari Menteri Perdagangan.

"Insya Allah satu bulan ke depan, diharapkan beras Bulog ini mampu menstabilkan harga dan menjaga pasokan (stok) yang ada di Kota Singkawang," ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan, pemerintah berkewajiban menjaga penyediaan stok beras di pasaran, sebagai bentuk pelayanan untuk memenuhi kebutuhan akan pangan bagi masyarakat.

"Operasi Pasar (OP) merupakan sebuah bentuk kepedulian pemerintah dalam mengendalikan harga pasar. Disamping itu pengusaha beras agar lebih berhati-hati kalau menaikkan harga, karena penetapan HET sudah dilakukan," katanya. 

Untuk itu, pengawasan dan kesiapan pengamanan stok menjelang hari raya Imlek nanti harus mendapat perhatian.

 "Sudah pasti permintaan stok beras akan semakin bertambah," ujarnya. (rud)

Komentar