Sabtu, 14 Desember 2019


252 Pasien Rumah Sakit Jiwa Singkawang Layak Memilih di Pemilu 2019

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 906
252 Pasien Rumah Sakit Jiwa Singkawang Layak Memilih di Pemilu 2019

Rumah Sakit Jiwa Provinsi di Singkawang

SINGKAWANG, SP - Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Kalbar, Suni mengatakan, l pihaknya siap mendukung KPU Singkawang mensukseskan Pemilu 2019. 

"Kita selama ini juga sudah sering melakukan komunikasi dengan KPU Singkawang, di mana pada Pemilu 2019 kelak bahwa orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) akan dilibatkan sebagai pemilih," kata Suni, Senin (28/1). 

Ada 520 pasien ODGJ yang berasal dari semua kabupaten/kota yang saat ini sudah diverifikasi dan diperiksa berkaitan dengan kesehatan jiwa mereka.

"Dari verifikasi dan pemeriksaan itu, ada sebanyak 252 pasien yang dinyatakan layak untuk memberikan hak pilihnya pada Pemilu 2019 kelak," ujarnya. 

Pada hari H pemungutan suara, pihaknya akan membuat satu TPS di RSJ, sebelumnya pasien ODGJ yang dinyatakan layak untuk memberikan hak pilih ini diberikan sosialisasi dan simulasi yang benar guna mengetahui sejauh mana kemampuan atau aktivitas dari pasien ODGJ itu sendiri agar nantinya dapat memberikan hak pilih. 

"Dalam hal ini, kami tidak merekayasa," ungkapnya. 

Menurutnya, untuk menentukan layak atau tidak pasien ODGJ memberikan hak pilihnya pada Pemilu 2019, tentunya dilihat dari hasil klinis pemeriksaan dokter. 

"Artinya, setelah kita lakukan tes wawancara, ternyata yang bersangkutan sudah tenang dan bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya umum. Berbeda kalau dia (pasien) belum bisa tenang, maka kita tidak akan berikan rekomendasi untuk memberikan hak pilihnya," tuturnya. 

Namun, dikarenakan seleksi ini diambil dari bulan Oktober 2018 kemarin, tidak menutup kemungkinan jumlah 252 pasien ODGJ yang direkomendasikan layak untuk memilih bisa berubah. 

"Bisa terjadi penurunan ataupun bertambah. Karena ada yang sudah pulang, bahkan ada yang masuk kembali," katanya. 

Oleh karena itu, nanti apabila sudah mendekati penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), tentu akan pihaknya data atau rilis ulang. 

"Bagi pasien yang sudah pulang, tentu dia bisa menggunakan hak pilih di tempat asalnya. Karena yang bersangkutan sudah melakukan pendataan di sini," ujarnya.  

Menurutnya, kegiatan seperti ini sudah pernah dilakukan pihak RSJ pada Pemilu 2014 lalu. Sehingga pada Pemilu di tahun ini, diyakini akan berjalan dengan lancar. 

"Bahkan tahun 2014 lalu jumlahnya lebih besar ada sekitar empat ratusan ODGJ yang direkomendasikan layak untuk memilih," ungkapnya. (rud)