Ketua PGRI Bengkayang Bolehkan Anggota Bukan PNS Berpolitik Praktis

Singkawang

Editor Admin Dibaca : 92

Ketua PGRI Bengkayang Bolehkan Anggota Bukan PNS Berpolitik Praktis
Ketua PGRI Bengkayang Rudi
BENGKAYANG, SP - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bengkayang tidak melarang anggotanya yang berlatar belakang bukan Pegawai Negri Sipil (PNS) untuk terlibat politik praktis di Pemilu 2019.

Ketua PGRI Bengkayang Rudi mengatakan, PGRI sudah memegang prinsip bahwa asas netralitas wajib dipatuhi oleh anggota PGRI, sesuai dengan tujuan organisasi. PGRI adalah sebuah organisasi ketenagakerjaan, bukan organisasi politik.

Namun menurut dia, perlu digarisbawahi, status anggota PGRI ada dua, yakni ASN dan non ASN. Bahkan yang non ASN ada yang terlibat dalam kepengurusan Parpol.

"Itu hak mereka. Tapi bagi ASN tidak diperkenankan untuk berpolitik praktis," tegas Rudi, Selasa (19/2).

Sementara untuk bukan PNS, dia akan memberikan kebebasan untuk berpolitik praktis ataupun tidak. Karena menurutnya, mereka belum berstatus PNS.

Di Bengkayang ada sebanyak 4.500 Pegawai Negri dan Non PNS yang sudah tergabung dalam PGRI. Anggota tersebut terdiri dari 2000 bukan PNS (honorer), dan 2.500 anggota PNS. Anggota tersebut terus bertambah pada setiap tahun bahkan per tiga bulan.

"Bagi anggota PGRI yang menyandang status PNS harus tetap mengikuti aturan dan tetap megedepankan netralitas atau tidak berpolitik," ujarnya. (nar)