Singkawang Tuan Rumah Diklat Kepemimpinan GKE III

Singkawang

Editor elgiants Dibaca : 126

Singkawang Tuan Rumah Diklat Kepemimpinan GKE III
DIKLAT - Foto bersama disela-sela pembukaan acara Diklat Kepemimpinan III GKE se-Indonesia di Gereja Kalimantan Evangelis Jemaat Agape Singkawang, , Rabu (13/3) lalu.
SINGKAWANG, SP - Singkawang menjadi tuan rumah Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kepemimpinan III Gereja Kalimantan Evangelis se-Indonesia. KegiaTan itu dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Sinode GKE yang berkedudukan di Banjarmasin, Pdt Dr Wardinan S Lidim, di Gereja Kalimantan Evangelis Jemaat Agape Singkawang, Jalan Diponegoro, Rabu (13/3) lalu.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Ketua Umum Sinode GKE didampingi Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Wali Kota Singkawang, Libertus, serta Camat dan Kapolsek.

Kegiatan diawali dengan prosesi ibadah melalui ceramah yang disampaikan Pdt Eltarani M.Th, kemudian diakhiri dengan doa. Setelah kegiatan pembukaan diawali menyanyikan Indonesia Raya serta atraksi tarian antar etnis.

Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Wali Kota Singkawang, Libertus mengapresiasi adanya kegiatan ini. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, apalagi Kota Singkawang menjadi tuan rumah," katanya.

Dia berharap, kegiatan ini dapat meningkatan pelayanan, kekompakan, kerjsama dan kesehatian dalam rangka memberikan pelayanan kepada umat. 

Dihadapan kurang lebih 160 pendeta GKE se-Indonesia tersebut, dia berpesan agar Diklat yang digelar memberikan manfaat, terutama meningkatkan keilmuan dan keterampilan pendeta guna lebih memberikan layanan gereja kepada umat yang lebih baik

"Saya berharap para pendeta terus meningkatkan kearifan keilmuannya dialam perkembangan masyarakat yang dinamis, sehingga para pendeta dapat memberikan jemaat manfaat guna terciptanya masyarakat yang lebih cerdas secara spiritual," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Sinode GKE yang berkedudukan di Banjarmasin, Pdt Dr Wardinan S Lidim dengan semangat memberikan motivasi dan bimbingannya. 

Dia mengajak seluruh peserta Diklat III agar terus meningkatkan kualitas diri. "Pendeta itu pemimpin umat, sebagai pemimpin maka pendeta haruslah produktif dan efektif," katanya. 

Produktif untuk menghasilkan karya yang bermanfaat bagi umat. Apalagi di era saat ini dimana dinamika yang terjadi di masyarakat begitu dinamis, maka Pendeta membutuhkan kemampuan lebih merespon hal tersebut, agar umat senantisa ternaungi dan terlayani dengan baik. 

"Salah satu caranya adalah dengan pendidikan dan pelatihan ini, sehingga pendeta mendapat energi terbarukan, karena Pendeta tentunya tidak dapat mengandalkan ilmu atau kemampuan apalagi bertahan dengan keilmuan dan keterampilan yang dimiliki sejak lima atau sepuluh tahun lalu," ujarnya. 

Melalui Diklat III ini, katanya, keilmuan dan keterampilan pendeta diupgrade untuk menghadapi dan merespon dinamika kehidupan masyarakat yang begitu dinamis tersebut.

Namun sebagai pendeta, katanya, tak sekedar mampu dan terampil, namun harus bisa menjadi tauladan. 

"Sebagai pendeta juga tidak cukup dengan berkhutbah dengan baik, tidak cukup menghafal ayat-ayat dengan tepat dan baik, memang itu penting, namun yang terpenting lagi menjadi tauladan hidup sebagaimana apa yang kita ajarkan," katanya.

Tauladan ini, katanya, yang paling ditunggu saat seorang pendeta turun dari mimbarnya. Karena kalau pendeta tidak bisa menjadi tauladan apa yang diajarkannya kepada jemaat maka pendeta itu termasuklah penggembala yang penipu. 

"Itulah tantangan bagi pendeta. Menjadi seorang pendeta tidaklah mudah, bukan saja mampu menjadi Singa di Mimbar melainkan harus mampu menjadi Singa dalam wujud lainnya yakni sebagai teladan itu sendiri,” jelasnya.

Bahkan dia menyebutkan, jadi pendeta itu juga lebih berat lagi menjadi kepala daerah seperti Gubernur, Bupati atau Wali Kota, karena Pendeta selain harus membuat orang jadi baik namun juga harus bisa mengantarkan orang-orang maupun jemaat ke Surga yang telah dijanjikan-Nya. 

"Ya begitulah obrolan saya selama bergaul dengan Gubernur, Bupati dan Wali Kota di berbagai daerah. Pendeta itu berat tugasnya selain harus membuat orang jadi baik di dunia juga harus mampu mengantarkan orang-orang bisa masuk surga-Nya," katanya.

Oleh sebab itu, dia berharap semoga Diklat Kepimpinan III ini mampu membawa para peserta menjadi lebih baik lagi dalam membimbing jemaat agar bisa bersama-sama masuk ke Surga-Nya. (rud/jek)


Memberikan  Dampak Positif

Bagian Administrasi Tim Pelaksana Kegiatan, Dessy Kristina mengatakan, kegiatan ini akan digelar selama lima hari dari tanggal 12-16 Maret 2019.

"Kota Singkawang memang cocok dijadikan sebagai tempat untuk kegiatan-kegiatan berskala Nasional," katanya.

Dia berharap, kepada tamu yang datang ke Singkawang merasa betah. Dan selaku tuan rumah, haruslah welcome dan ramah dengan para tamu yang datang. 

"Karena kegiatan seperti ini juga akan memberikan dampak positip bagi Kota Singkawang terutama keberagaman maupun berdampak pada perekonomian masyarakat karena Singkawang akan ramai," ujarnya. (rud/jek)

Komentar