1.346 Petugas Ketertiban TPS Diberi Pembekalan

Singkawang

Editor elgiants Dibaca : 83

1.346 Petugas Ketertiban TPS Diberi Pembekalan
SIMULASI - Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, bersama petugas ketertiban TPS memberikan contoh bagaimana cara melumpuhkan orang yang ingin membuat kekacauan di saat pemungutan suara sedang berlangsung di TPS. Ist
SINGKAWANG, SP - Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan, membuka bimbingan teknis petugas ketertiban Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2019 di lapangan Stadion Kridasana, Kamis (11/4). 

Kegiatan yang diselenggarakan Polres Singkawang bersama KPU ini diikuti sebanyak 1.346 petugas ketertiban TPS se-Kota Singkawang. Dalam Bimtek, mereka diberikan pembekalan seolah-olah hari H Pemilu sudah dimulai.

"Bimtek ini sangat baik sekali dalam rangka membangun pola pikir dan persepsi yang sama bagi para petugas ketertiban TPS dalam menjalankan peran dan fungsinya yaitu menjaga, menertibkan, dan menjamin secara keseluruhan bahwa kegiatan pemilu nanti dapat berjalan dengan lancar," kata Irwan. 

Dengan begitu, kata dia, Pemilu 2019 dapat berjalan dengan sukses sesuai dengan yang diharapkan.

Kepada masyarakat Singkawang, juga diharapkan dapat mematuhi segala aturan yang ada terutama pada masa tenang. Hentikan semua aktivitas yang bersifat kampanye guna menjaga Singkawang seperti pada pelaksanaan Pilwako dan Pilgub kemarin, bahwa Singkawang Zero Pelanggaran. 

"Saya harap pada Pemilu 2019 nanti Singkawang bisa Zero Pelanggaran," ujarnya. 

Tentunya, hal tersebut akan menambah poin tersendiri bagi Kota Singkawang sebagai kota tertoleran di Indonesia. 

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi mengatakan, alasan dilakukannya Bimtek bagi petugas ketertiban TPS, karena mereka terkonsentrasi keamanan di dalam TPS. 

"Meskipun mereka merupakan petugas-petugas yang lama, tidak ada salahnya kita me-request kembali karena seperti penyampaian komisioner Bawaslu peraturan selalu berubah-ubah," tuturnya.

Sehingga dilakukanlah Bimtek bagi mereka untuk menyamakan persepsi terkait apa-apa saja yang akan mereka lakukan di dalam TPS untuk menggambarkan penyelenggaraan dengan baik dan juga bisa mengantisipasi apabila terjadinya pelanggaran atau tindak pidana.

Di sisi lain, melalui Bimtek ini juga bisa mempertemukan antara petugas kepolisian dengan petugas ketertiban TPS sehingga terjalin komunikasi yang baik dengan harapan bisa bekerja sama mengamankan mulai dari awal pencoblosan sampai dengan pengiriman kotak suara atau logistik ke PPK.  

"Meskipun Bimtek ini terbilang baru pertama kalinya digelar di Kota Singkawang. Namun, menurut kepolisian bahwa ini merupakan Protap yang harus dilakukan guna memastikan bahwa orang-orang yang membantu tugas kepolisian harus mengetahui tugas dan tanggung jawabnya masing-masing," ungkapnya. (rud/lha)


Perpanjangan Tangan Kepolisian

Ketua KPU Singkawang, Riko mengatakan, melalui Bimtek yang digelar diharapkan para petugas ketertiban TPS bisa melaksanakan keamanan pada hari H pemungutan suara dengan baik. 

"Disisi lain, Bimtek ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi antara pihak kepolisian dengan petugas ketertiban TPS. Mengingat pihak kepolisian tidak bisa masuk ke arena atau area TPS," katanya.

Sehingga, kata dia, petugas ketertiban inilah merupakan perpanjangan tangan kepolisian, apabila nantinya ada tindakan atau kejadian yang bisa mengganggu keamanan, maka petugas ketertiban harus bisa berkoordinasi dengan petugas kepolisian yang ada di luar TPS.

Dalam Bimtek ini, pihaknya menghadirkan semua petugas ketertiban TPS se-Kota Singkawang yang berjumlah 1.346 orang. 

"Harapan saya, pelaksanaan Pemilu 2019 nanti dapat berjalan dengan aman, lancar dan berkualitas," ujarnya. (rud/lha)