KPU Evaluasi Kegiatan Kampanye Jelang Masa Tenang

Singkawang

Editor elgiants Dibaca : 103

KPU Evaluasi Kegiatan Kampanye Jelang Masa Tenang
RAKOR- Rapat koordinasi (Rakor) kampanye pemilu serentak 2019 di Kampung Batu Cafe dan Resto. Ist
SINGKAWANG, SP - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) kampanye pemilu serentak 2019 di Kampung Batu Cafe dan Resto, beberapa waktu lalu.

Acara tersebut dihadiri Polres Singkawang, Kodim, Satpol PP, Asisten Pemerintahan Pemkot Singkawang, Kesbang, Kejari, Lapas Klas II B, Bawaslu, dan peserta pemilu tingkat Kota Singkawang.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan yang sebelumnya sudah dilakukan dalam rangka koordinasi kegiatan kampanye," kata Ketua KPU Kota Singkawang, Riko. 

Riko mengatakan, pelaksanaan kampanye telah dirancang untuk dilaksanakan beberapa kali sejak dari awal masa kampanye, sejak September tahun lalu.

Lebih spesifik, rakor ini bertujuan mengevaluasi kegiatan rapat umum atau kampanye terbuka yang telah dilakukan oleh peserta pemilu. 

"Terlebih lagi saat ini kita sudah memasuki hari-hari terakhir masa kampanye," ujarnya.

Pada masa tenang, katanya, tidak ada kegiatan kampanye termasuk spanduk ataupun display Alat Peraga Kampanye (APK) peserta pemilu. 

"Harapan kami, peserta pemilu bisa menertibkan sendiri sebelum tanggal 14 April," pintanya.

Demikian pula dengan aktivitas kampanye di dunia maya, lanjut Riko, untuk tidak dilakukan khususnya di masa tenang nanti.

"Sampai saat ini kami masih menunggu, kami masih belum menerima terkait akun medsos yang kita minta untuk didaftarkan sebagai akun resmi. Kami berasumsi tidak ada akun media sosial kampanye karena tidak didaftarkan. Kalaupun ada, berarti itu bukan akun resmi peserta pemilu," ungkapnya.

Di saat masa tenang nanti, Riko mengingatkan kepada peserta pemilu untuk tidak lagi mem-posting informasi berkonten kampanye. 

Apalagi membagikan berita atau informasi lawas, tapi isinya memiliki nilai mengampanyekan peserta pemilu tetap saja tidak diperbolehkan.

"Ini perlu diperhatikan. Tidak mesti memunculkan hal baru, kalau mem-posting konten kampanye tetap tidak diperbolehkan," tuturnya. (rud/lha)