Minggu, 22 September 2019


Tjen Ket Lang Diduga Tewas Konsumsi Racun

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 572
Tjen Ket Lang Diduga Tewas Konsumsi Racun

OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP terhadap temuan mayat seorang perempuan di Pendopo Yayasan Pemakaman Tionghoa Marga Fui, Senin (22/4) sekitar pukul 16.30 WIB. Ist

SINGKAWANG, SP - Warga Jalan Sagatani Norio, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di Pendopo Yayasan Pemakaman Tionghoa Marga Fui, Senin (22/4) sekitar pukul 16.30 WIB. 

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi mengatakan, korban yang tewas diketahui bernama Tjen Ket Lang (51). 

"Kejadian itu pertama kali ditemukan Bajay (51) yang melihat ada orang sedang terbaring di lantai Pendopo Yayasan Pemakaman Tionghoa Marga Fui," katanya. 

Kemudian, Bajay memberitahukan hal tersebut kepada Cin Fuk Liong yang kemudian keduanya mendekati korban dan menduga jika korban telah meninggal dunia. 

"Atas temuan itu, Sdr. Cin Fuk Liong langsung memberitahukan kepada adik korban bernama Tjhen Tho Kiong dan warga sekitar untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian," ujarnya. 

Selang beberapa menit, anggota Polsek Singkawang Selatan beserta SPK Polres Singkawang, Tim Merpati Polres Singkawang, dan Unit Identifikasi Polres Singkawang tiba di lokasi penemuan mayat guna melakukan olah TKP. 

"Setelah dilakukan olah TKP, selanjutnya korban dibawa oleh SPKT Polres Singkawang ke RSUD Abdul Azis Singkawang untuk dilakukan visum et revertum," ungkapnya.

Menurutnya, korban ditemukan meninggal dunia dalam posisi telungkup di lantai Pendopo Yayasan Pemakaman Tionghua Marga Fui dengan menggunakan baju kaos berwarna hijau dan celana panjang berwarna hitam. 

Di sekitar korban juga ditemukan racun rumput, racun tikus, dan racun ikan serta air mineral. 

"Dugaan sementara, bahwa korban meninggal dunia akibat dari mengkonsumsi racun yang ditemukan di sekitar korban," jelasnya.

Karena, menurut keterangan anak korban bahwa korban pernah mengeluh akan penyakit susah tidur serta ambeyen yang sudah kronis yang selama ini dideritanya. 

"Korban juga pernah mengeluh tentang kelanjutan kehidupan anak-anaknya di kemudian hari," tuturnya.

Bahkan, menurut keterangan anak korban, bahwa korban pernah mengeluh dengan tetangganya jika korban akan mengakhiri hidupnya secepatnya.

"Menurut keterangan tetangga korban, bahwa korban meninggalkan rumah sekitar pukul 09.00 WIB dengan berjalan kaki namun tidak diketahui ke mana arah tujuan korban," katanya.

Apalagi menurut keterangan anak korban, bahwa selama hidupnya korban juga tidak memiliki masalah dengan keluarga. (rud/lha)