Selasa, 15 Oktober 2019


Ramadhan Fair Dimeriahkan 17 RibuTanglung dan Ketupat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 220
Ramadhan Fair Dimeriahkan 17 RibuTanglung dan Ketupat

KONPERS - Suasana Konferensi Pers Ramadhan Fair di ruang Media Center Diskominfo Singkawang, Kamis (2/5). Ramadhan Fair dimeriahkan belasan ribu tanglung dan ketupat.

SINGKAWANG, SP -Ramadhan Fair Singkawang Hebat yang kedua di Kota Singkawang akan dimeriahkan dengan ribuan tanglung dan ketupat untuk dihias di sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Singkawang. 

"Kalau di tahun kemarin kita lebih banyak memasang ketupat hias, namun untuk tahun ini kita lebih banyak memasang tanglung," kata Wali Kota Singkawang, TjhaiChuiMie, saat menggelar konferensi pers bersama media di ruang Media Center Diskominfo Singkawang, Kamis (2/5). 

Ribuan tanglung, kata dia, akan dihias dari Jalan Diponegoro sampai Jalan Merdeka (lokasi acara Ramadhan Fair). 

"Untuk gerbang utama yang berada di depan BNI juga akan kita hias, namun sampai hari ini (kemarin,red) masih dalam hiasan STQ. Tapi mulai Jumat (hari ini,red) sudah diganti dan disesuaikan dengan momen Ramadhan berbentuk kubah masjid," paparnya. 

Menurutnya, Masjid Raya dan sekitarnya juga akan dihias dengan tanglung dan ketupat. Di mana di sekitar Masjid Raya nantnya, juga akan diramaikan dengan pasar juadah serta desain-desain yang ada di Mess Daerah. 

"Kemudian ada komunitas-komunitas anak band yang siap untuk mengisi acara di Mess Daerah," ungkapnya. 

Untuk tahun ini, Ramadhan Fair Singkawang Hebat mengangkat tema “Kobarkan Semangat Persatuan Melalui Ramadhan Fair Singkawang Hebat Guna Mewujudkan Kota Toleransi Berkelas Dunia”. 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan mengatakan, jika acara ini akan dijadikan agenda tahunan menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.

Selain Ramadhan Fair, mungkin ada budaya-budaya lain untuk dijadikan agenda tahunan agar masyarakat luar (Kota Singkawang) tahu. 

Menurutnya, Singkawang merupakan tempat berkumpul berbagai etnis dalam rangka menjaga Singkawang sebagai kota yang paling toleran bagi semua orang. 

"Harapan kita bahwa tema yang dibuat oleh Ibu Wali Kota itu, menjadikan kita untuk tidak main-main dan berharap jika Singkawang merupakan role modelnya Kalbar, role modelnya bangsa Indonesia. Dan, kalau ini memang bisa terjadi, maka akan menjadi role modelnya dunia," tuturnya.

Tentu, untuk mewujudkan hal tersebut, perlu adanya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, stakeholder, dan swasta. 

"Dan ini sudah terlihat, begitu ada event ini, banyak pihak yang ikut terlibat, diantaranya BUMN dan BUMD," ujarnya. 

Pemerintah Kota Singkawang akan selalu berkomitmen untuk melakukan evaluasi-evaluasi dalam rangka memperbaiki diri. 

"Artinya, yang sudah bagus akan kita tingkatkan, sementara yang perlu perbaikan akan kita benarkan. Sedangkan yang belum ada, mimpi sama-sama akan kita wujudkan," ungkapnya. 

Acara tersebut, bukan hanya bertujuan memeriahkan bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, melainkan juga akan membuka peluang bagi masyarakat secara ekonomi serta menjadi momentum dalam rangka mempererat persatuan umat di Kota Singkawang. 

"Karena ini juga merupakan kebutuhan kita semua tanpa melihat agama, suku, budaya, etnis, dan golongan," jelasnya. 

Diketahui, Ramadhan Fair Singkawang Hebat akan dibuka Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan di Stadion Kridasana bersamaan dengan jadwal penutupan STQ XXV tingkat Provinsi Kalbar, Kamis (2/5) malam kemarin.  

Acara pembukanRamadhan Fair Singkawang Hebat juga diwarnai dengan pelepasan 1.440 tanglung ke udara di Stadion Kridasana Singkawang. (rud/lha)

Libatkan Pelajar dan Organisasi Islam

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang, Bujang Sukrie mengatakan, tahun ini pihaknya melibatkan sekolah-sekolah dan organisasi Islam, seperti MUI, PHBI, dan badan pembinaan masjid untuk mengisi acara di pentas utama Ramadhan Fair di Mess Daerah. 

"Sehingga setiap harinya selalu ada acara di lokasi Ramadhan Fair," katanya. 

Acara akan diisi dari pukul 14.00 sampai menjelang berbuka puasa. 

"Untuk tausiah, kita juga akan memberikan surat permohonan ke Kantor Kemenag Singkawang, barangkali ada dari pihak mereka yang bisa berpartisipasi untuk mengisi acara secara swadaya," ujarnya. (rud/lha)