Pemkot Butuh Rp2 Triliun Bangun Bandara

Singkawang

Editor elgiants Dibaca : 1613

Pemkot Butuh Rp2 Triliun Bangun Bandara
MENEKAN SIRINE - Pencanangan Bandar Udara Singkawang oleh Menteri Perhubungan beberapa waktu lalu, ditandai dengan penekanan tombol sirine secara bersama-sama. Ist
SINGKAWANG, SP - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, jika proses pembangunan bandar udara baru di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan masih terus berlanjut. 

"Kemarin kita juga sudah melakukan konsultasi publik, yang mana sebentar lagi akan dilakukan Market Sounding," kata Tjhai Chui Mie, Rabu (8/5). 

Kemudian, dalam waktu dekat ini dirinya juga akan mempresentasikan bandara Singkawang, baik mengenai prospek-prospek yang bisa pengusaha investasikan di Kota Singkawang. 

"Karena kalau kita hanya mempresentasikan sebatas bandara, tentu itu tidak akan menarik bagi para investor. Tentu ada prospek lainnya yang bisa kita persembahkan atau persentasikan agar mereka bisa datang dan berinvestasi di Kota Singkawang," ujarnya. 

Karena yang menjadi prioritas Pemkot Singkawang dalam mewujudkan pembangunan bandara adalah mencari dana sekitar Rp2 triliun. 

"Agar kita secepatnya bisa melakukan proses pembangunan fisik, mengingat pembangunan land cliring-nya akan dimulai di tahun ini," ungkapnya. 

Sebelumnya, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi mengatakan, jika Singkawang merupakan satu destinasi wisata yang potensial harus memiliki bandara. 

Untuk bandara Singkawang, kata dia, pembangunannya harus bertahap dari menggunakan pesawat jenis ATR setelah itu menjadi Boeing.

"Tentu dalam pembangunannya dikerjasamakan dengan pihak swasta. Artinya, tanah dibeli oleh Pemda, nanti perusahaan swasta yang membangunnya," katanya.

Tak dapat dibayangkan, jika Singkawang bisa menjadi contoh bagi seluruh Indonesia. "Kan keren," ujarnya.

Dia pun meyakini, dengan adanya bandara di Kota Singkawang, tentu akan menjadi suatu daerah yang berkembang dengan baik. 
"Karena upaya dari konektivitas ini juga bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi yang ada di Singkawang," ujarnya. (rud/lha)

Gandeng Badan Usaha

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (RI) menyelenggarakan Konsultasi Publik Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Singkawang yang melibatkan Pemerintah Kota Singkawang, kalangan masyarakat, swasta dan stakeholder terkait di Ballroom Hotel Swiss Bellinn, Kamis (4/4) lalu.

Kasubid Sistem Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bandar Udara, Kementerian Perhubungan RI, Cecep Kurniawan mengatakan, konsultasi publik ini dilakukan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dan pemerintah baik eksekutif maupun legislatif, penegak hukum dan sebagainya.

"Harapannya dengan konsultasi publik ini semua dokumen dan tujuan kita itu lebih baik lagi," katanya. 

Namun yang paling penting pemerintah daerah dan pemerintah pusat selalu kompak satu suara untuk melaksanakan ini sehingga bisa membantu proses yang akan dilakukan.

"Hasil dari konsultasi ini juga akan menjadi bahan laporan kepada Menteri bahwa masyarakat dan pemerintah di Kota Singkawang sudah mendukung rencana pembangunan bandar udara baru Kota Singkawang. Tinggal nanti diteruskan dan mudah-mudahan tidak terlalu lama," ujarnya.

Mekanisme KPBU, kata dia, dilakukan untuk efisiensi APBN. Lebih baik APBN digunakan untuk sesuatu yang lebih urgent (penting).

Dengan KPBU, yang biasa dibangun per tahun bergantung dengan anggaran, maka investor bisa langsung membangun sehingga bisa jadi lebih cepat.

Pemerintah juga memberi kesempatan kepada badan usaha untuk berperan serta dalam pembangunan yang selama ini hanya dilakukan pemerintah. (rud/lha)