Harga Bahan Pokok di Singkawang Masih Normal

Singkawang

Editor elgiants Dibaca : 126

Harga Bahan Pokok di Singkawang Masih Normal
MEMANTAU - Sekda Singkawang, Sumastro beserta jajaran dan Satgas Pangan Polres Singkawang memantau stok dan harga bahan pokok jelang bulan suci Ramadan, kemarin. Ist
SINGKAWANG, SP - Hingga hari keempat bulan suci Ramadan, harga kebutuhan pokok yang ada di Pasar Tradisional Singkawang seperti Pasar Alianyang dan Beringin masih normal atau stabil. 

"Pemantauan harga ini setiap hari dilakukan oleh staf kita, pada prinsipnya harga masih dalam kondisi normal atau stabil," kata Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin, Kamis (9/5). 

Untuk komoditi bawang merah saat ini masih di kisaran harga antara Rp33.000-Rp34.000 per kilogram, bawang putih Rp30 ribu per kilogram dan telur ayam di kisaran Rp24.000-Rp25.000 per kilogram. 

"Artinya, harga masih dalam kondisi stabil sama dengan beberapa hari yang lalu," ujarnya. 

Hanya saja, pada gula pasir ada sedikit kenaikan harga, yang mana sebelumnya dijual sekitar Rp12.500 per kilogram, namun sekarang naik menjadi Rp13 ribu per kilogram. 

Pihaknya bersama Satgas Pangan Polres Singkawang, pada H+1 Ramadan kemarin sudah melakukan pemantauan stok bahan pokok yang berada di toko-toko modern seperti Hypermart, Alfamart, dan Indomaret. 

"Ternyata di toko-toko modern ini mereka tetap mematok harga untuk gula pasir jenis premium sebesar Rp12.500 per kilogram. Jadi kalau masyarakat ingin membeli gula, beli saja di Hypermart, Alfamart, atau Indomaret," ungkapnya. 

Pada prinsipnya, toko-toko modern ini tidak mau melanggar peraturan dari Mendag mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) nya sebesar Rp12.500 per kilogram. 

"Jadi mereka tidak mau menjual lebih dari itu," jelasnya. 

Kemudian untuk minyak goreng curah juga terbilang masih normal, di mana harga jual masih di kisaran antara Rp9.000-Rp10.000 per kilogram. Sedangkan minyak goreng dalam bentuk kemasan seperti Bimoli masih dijual sekitar Rp14.500 per kilogram. 

Untuk beras kelas medium, juga tidak mengalami kenaikan dan masih dijual di kisaran antara Rp9.500-Rp10.000 per kilogram, sedangkan beras kelas premium dijual seharga Rp13.500-Rp14.000 per kilogram. 

"Harga ini masih sama dengan beberapa waktu yang lalu," tuturnya. 

Kemudian, daging juga menurutnya tidak mengalami kenaikan. Untuk daging sapi sampai saat ini masih dijual seharga Rp120 ribu per kilogram. Sedangkan untuk daging beku masih tetap dengan harga Rp80 ribu per kilogram. 

Berkenaan dengan daging beku ini, kata dia, bahwa kualitasnya tidak kalah dengan daging sapi yang biasa dijual pedagang. 
"Dari sisi harga memang jauh, sehingga kami memberikan saran atau alternatif terkait dengan kesediaan masyarakat untuk bisa mencoba daging beku ini mengingat harganya jauh lebih murah dari daging sapi biasa," ujarnya. 

Menurutnya, untuk mendapatkan daging beku ini memang hanya ada di beberapa tempat yang sudah menjadi mitra Bulog, salah satunya toko yang dekat dengan Pasar Beringin Singkawang dan toko modern seperti Hypermart. 

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Sumastro, mengingatkan kepada para pedagang, untuk tidak bermain-main dalam menentukan harga, apalagi coba-coba melakukan upaya penimbunan sembako. 

"Kita sudah punya Tim Satgas Pangan yang siap melakukan pemantauan di lapangan, apabila ada dari pedagang yang punya pikiran seperti itu, lebih baik di urungkan guna menghindari ancaman hukuman pidana," pintanya. 

Menurutnya, berjualan untuk mencari keuntungan merupakan hal yang wajar. Tapi jangan sampai keuntungan yang dilakukan terlalu berlebihan sehingga dinilai tidak wajar. 

"Itu yang mesti dihindari," pesannya. (rud/lha)

Cegah Indikasi Menyalahi Aturan

Tim Satgas Pangan Polres Singkawang, Iptu Agustana Eka Kusuma mengatakan, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan instansi dan stakeholder terkait dalam rangka pengawasan adanya indikasi-indikasi penyelewengan ataupun penyimpangan. 

"Kehadiran Tim Satgas Pangan adalah bertugas untuk mencegah jangan sampai ada indikasi yang tidak sesuai dengan aturan terjadi khususnya di Kota Singkawang," katanya. 

Sehingga apabila ada temuan seperti itu di lapangan, tentu akan pihaknya tindak lanjuti. 

"Saat ini kita tetap fokus kepada pencegahan, namun apabila ada hal-hal yang perlu ditindaklanjuti tentunya akan kita respons dengan cepat," ujarnya. (rud/lha)