Polisi Belum Temukan Penyebab Kebakaran

Singkawang

Editor elgiants Dibaca : 51

Polisi Belum Temukan Penyebab Kebakaran
OLAH TKP - Polres Singkawang kembali melakukan olah TKP di lokasi kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga dan menimbulkan satu korban jiwa. Ist
SINGKAWANG, SP - Polres Singkawang kembali melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mencari tahu penyebab kebakaran yang terjadi di Jalan P Diponegoro, Gang 45, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Jumat (10/5) malam. 

"Sampai dengan Sabtu siang, Satreskrim Polres Singkawang masih melakukan olah TKP dengan menyisir ke lima rumah warga yang menjadi korban kebakaran," kata Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, Minggu (12/5). 

Menurutnya, olah TKP yang dilakukan untuk memastikan keterangan para saksi maupun penyebab kebakaran. 

"Dalam kesempatan ini pula, saya memastikan tidak ada lagi penambahan korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut," ujarnya.

Dia menambahkan, jika api berasal dari rumah nomor 47 yang merupakan milik korban Almarhum Bhong Khi Ai, yang mana korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam rumah akibat kebakaran tersebut. 

"Hal itu dikuatkan dengan keterangan para saksi ditambah gambaran sket olah TKP kita," ungkapnya. 

Namun, untuk asal muasal api, masih pihaknya dalami dan akan pihaknya informasikan lebih lanjut. 

Dia menyebutkan, lima rumah warga yang terbakar adalah merupakan milik Chui Fui Kiong, Liu Siat Lan, Bong Khi Ai, Diana, dan Akim. 

"Dari lima rumah, tiga di antaranya habis terbakar dan sekarang ini belum bisa ditempati korban," jelasnya. 

Dari kejadian itu, para korban diprediksi mengalami kerugian materil sebesar Rp600 juta. 

Kebakaran itu juga telah merenggut satu korban jiwa atas nama Bong Khi Ai, lantaran tidak bisa keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri dari kobaran api. 

Mengingat cuaca panas sekarang ini, dia mengimbau kepada masyarakat Singkawang untuk tidak membuang puntung rokok atau menyalakan api sembarangan terutama di lahan ataupun perumahan.

"Jika ada warga yang sedang memasak, tolong diperhatikan baik-baik. Begitu pula kalau ada kabel listrik yang sudah saatnya diganti, sebaiknya cepat diganti guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran," pintanya.  

Salah seorang tetangga korban, Stepanus Panus mengatakan, kejadian kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. 

"Saat itu saya masih nonton televisi di rumah, tiba-tiba mendengar suara orang sedang berjalan di atas atap rumah dan suara anjing menggonggong begitu keras," katanya. 

Dirinya pun lantas membuka pintu rumah, namun sudah melihat api yang begitu besar di depan rumahnya. Dia juga tidak tahu kalau api sumbernya dari rumah siapa.

"Luar biasa apinya, saya pun berusaha mau mengeluarkan barang dan mobil di rumah, karena kondisi di depan rumah saya sudah sangat panas. Namun saya tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya. 

Dia pun mengira, jika barang di lima rumah warga yang terbakar tidak sempat dikeluarkan. 

"Bahkan saya sempat menduga kalau api sebesar itu bisa menimbulkan korban jiwa, ternyata dugaan saya benar," ungkapnya. 

Walaupun api sudah membubung tinggi, namun tindakan petugas damkar sangat cepat untuk berupaya melakukan pemadaman dari sudut kiri dan kanan sehingga api bisa diblok dan tidak semakin meluas. 

"Saya rasa itu tindakan yang sangat bagus sekali," jelasnya. 

Untuk korban yang meninggal, tambahnya, dia memang tinggal sendirian di dalam rumah. Namun, dikarenakan api sudah begitu membesar, dimungkinkan pada saat mau keluar rumah sudah dikepung oleh api. 

"Karena begitu api berhasil dipadamkan, posisi mayat sudah di luar kamar. Ada kemungkinan dia mau menyelamatkan diri tapi sudah dikepung oleh api," tuturnya. (rud/lha)

Terkendala Masalah Air

Koordinator Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Singkawang, Christian mengatakan, pihaknya terkendala masalah air untuk memadamkan api. 

Di sisi lain, jalan untuk menuju ke lokasi kebakaran juga sangat sempit ditambah lagi banyaknya masyarakat yang ingin menonton. 

"Sehingga pihak pemadam dan kepolisian sedikit kewalahan untuk masuk ke lokasi kebakaran," katanya. 

Jadi saran BPKS ke depan, pertama, setiap kompleks yang padat penduduknya itu ada baiknya dibuatkan hidran. 

"Hidran ini dimaksudkan untuk pertolongan pertama sambil menunggu bantuan-bantuan mobil tangki," ujarnya. 

Kedua, apabila ada kejadian serupa, pihak BPKS mohon kerja sama dari masyarakat. Jangan sampai mempersulit petugas dalam menjalankan tugas. (rud/lha)