Pemkot dan Satgas Pangan Uji Sampel Makanan di Pasar Tradisional

Singkawang

Editor Shella Rimang Dibaca : 107

Pemkot dan Satgas Pangan Uji Sampel Makanan di Pasar Tradisional
Pengawasan dan pengambilan sampel berbagai jenis dan produk makanan di Pasar Tradisional Singkawang.
SINGKAWANG, SP - Pemerintah Kota Singkawang bersama Satgas Pangan Polres Singkawang kembali melakukan pengawasan sekaligus mengambil sampel bahan makanan di Pasar Tradisional seperti Alianyang dan Beringin, Rabu (15/5). 

"Dalam giat ini, kita semua hadir, baik dari Dinas Pertanian, Disperindag, Dinas Kesehatan, Satgas Pangan, dan Satpol PP," kata Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin. 


Dalam pengawasan, kata dia, ada beberapa topik yang diawasi, seperti masa kedaluwarsa, kemudian apakah makanan yang dijual pedagang mengandung zat-zat berbahaya atau tidak, dan sampailah kepada pengambilan sampel apakah makanan yang dijual itu mengandung formalin atau boraks. 


"Pengambilan sampel juga akan dilakukan kepada daging ayam, ikan, dan sapi," ujarnya. 


Menurutnya, beberapa bahan makanan yang diambil sampelnya adalah merupakan makanan yang selalu dikonsumsi oleh masyarakat sehari-hari. 

Sehingga, kegiatan ini dapat menunjukkan bahwa Pemkot Singkawang selalu siap memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengkonsumsi barang-barang makanan tersebut agar betul-betul terjaga dan tidak mengandung zat-zat berbahaya. 


"Secara keseluruhan, ada belasan sampel makanan yang diambil kita uji di laboratorium Dinas Kesehatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa langsung diketahui hasilnya," ungkapnya. 
Kegiatan ini juga adalah upaya Pemkot Singkawang untuk melakukan pencegahan hal -hal yang tidak diinginkan. 

"Dengan begitu baik pedagang maupun konsumen sama-sama tidak merasa khawatir dan kemungkinan pedagang yang berniat untuk melakukan pelanggaran, saya rasa dapat diminimalisir," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Rindar Prihartono mengatakan, ada sekitar 17 sampel makanan yang diambil untuk diuji. 

"Belasan sampel itu terdiri dari berbagai jenis dan produk makanan," katanya. 

Menurutnya, dalam waktu empat jam, semua sampel yang diambil sudah bisa diketahui hasilnya.
"Artinya sekitar pukul 13.00 atau 14.00 WIB, kita sudah tahu apakah makanan yang diuji ini mengandung zat-zat berbahaya atau tidak," ujarnya. 

Jika memang hasilnya didapati mengandung zat-zat berbahaya, maka akan pihaknya lakukan pembinaan. (rud)