Bawaslu Selesaikan Sembilan Dugaan Pelanggaran

Singkawang

Editor elgiants Dibaca : 91

Bawaslu Selesaikan Sembilan Dugaan Pelanggaran
PUBLIKASI - Kegiatan publikasi dan sosialisasi hasil pengawasan tahapan Pemilu baik Pilpres maupun Pileg tahun 2019, di aula Hotel Dangau Singkawang, Rabu (22/5). Ist
SINGKAWANG, SP - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Singkawang menggelar publikasi dan sosialisasi hasil pengawasan tahapan Pemilu baik Pilpres maupun Pileg tahun 2019, di Aula Hotel Dangau Singkawang, Rabu (22/5). 

Ketua Bawaslu Singkawang, Zulita mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya mengumpulkan partai politik dan meminta kepada TNI-Polri serta Pemkot untuk memberikan arahan berkenaan dengan kegiatan kepemiluan yang sudah dilaksanakan di Kota Singkawang. 

"Secara umum pelaksanaan Pemilu 2019 di Singkawang sudah cukup baik, yang artinya tidak ada pelanggaran yang krusial yang bisa membuat suasana Singkawang tidak kondusif. Ternyata setelah kita evaluasi kondisi Singkawang sangat kondusif," katanya. 

Meski demikian, tentunya dalam setiap tahapan Pemilu ada dugaan pelanggaran baik yang ditemukan langsung petugas Bawaslu maupun yang dilaporkan masyarakat. 

"Setelah kita rekap ada sembilan kasus yang dilaporkan, yang mana tujuh dugaan pelanggaran pidana dan dua dugaan pelanggaran administrasi," ujarnya. 

Tapi, dari tujuh dugaan pelanggaran pidana yang dilaporkan ada dua yang tidak pihaknya register. 
"Sementara lima dugaan yang diregister, satu di antaranya putus di Pengadilan Negeri, sedangkan empat lainnya tidak memenuhi unsur sehingga tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan," ungkapnya. 

Dikarenakan tidak memenuhi unsur, maka empat kasus dugaan pelanggaran pidana terpaksa di hentikan. 
"Sedangkan yang satu kasus lainnya sudah naik ke Pengadilan Negeri Singkawang dan sudah putus yakni kasus dugaan politik uang," jelasnya. 

Pada kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan yang mewakili Wali Kota Singkawang, Hery Apriyadi, menyambut baik kegiatan yang digelar Bawaslu Singkawang. 

"Karena melalui kegiatan ini masyarakat bisa mengetahui berapa pelanggaran yang terjadi selama tahapan Pemilu 2019 berjalan," katanya. 

Kemudian, dari jumlah pelanggaran itu, berapa pelanggaran yang sudah ditindaklanjuti, berapa pelanggaran yang masuk ke ranah ke Pengadilan Negeri, berapa pelanggaran yang sudah diputuskan dan sebagainya. 

Berdasarkan data yang disampaikan Ketua Bawaslu Singkawang, kata dia, dari sembilan dugaan pelanggaran yang disampaikan semuanya sudah diselesaikan. 

Di samping itu, dia juga berharap hasil yang disampaikan Bawaslu Singkawang dapat diekspos para media guna menebarkan keberhasilan Pemerintah Kota Singkawang dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 yang telah berjalan dengan aman dan lancar. 

Di sisi lain, penyelenggara pemilu, Pemkot, partai politik dan masyarakat juga diharapkan dapat selalu meningkatkan partisipasi pemilih khususnya di Kota Singkawang. 

"Karena pada Pilwako 2017 tingkat partisipasi pemilih hanya 58,4 persen, kemudian di Pilgub 2018 meningkat menjadi 62 persen dan pada Pemilu 2019 terus meningkat menjadi 71-72 persen," ujarnya. 

Melalui peningkatan partisipasi pemilih yang terus meningkat di Kota Singkawang, tentunya menggambarkan bahwa Singkawang sebagai kota pariwisata dengan slogan Singkawang Hebat 2022 sudah bisa dibuktikan termasuklah dengan penyelenggaran Pemilu 2019 di Kota Singkawang. 

"Untuk itu, atas nama Pemkot Singkawang mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara, TNI-Polri dan semua pihak yang telah mensukseskan kegiatan Pemilu 2019 di Kota Singkawang," ungkapnya. 

Kegiatan ini dihadiri seluruh Partai Politik yang menjadi peserta Pemilu 2019 di Kota Singkawang dan Ketua JPPR Kota Singkawang. (rud/lha)

Meningkat 72 Persen

Anggota KPU Singkawang, Khairul Abror mengatakan, partisipasi pemilih pada Pemilihan Presiden tahun 2019 meningkat menjadi 72,62 persen. 

"Kalau pada Pilgub 2018 kemarin tingkat partisipasi pemilih di Singkawang 62,5 persen," kata Abror. 

Menurutnya, pada Pilpres 2019 telah terjadi peningkatan yang signifikan pada tingkat partisipasi pemilih. Hal ini tentunya tidak terlepas dari upaya dan kerja keras dari pemerintah, penyelenggara pemilu, relawan demokrasi, dan kesadaran masyarakat dalam hal menggunakan hak pilihnya. 

Menurutnya, kerja dari relawan demokrasi yang dibagi dari 10 basis pemilih juga terlaksana dengan baik. 

"Sepuluh basis pemilih yang dimaksud antara lain, pemilih pemuda, fomula, marginal, pemilih perempuan, netizen dan lain-lain," ujarnya. (rud/lha)