Rabu, 16 Oktober 2019


Viral, Beruang Madu di Sinka Zoo Diduga Sakit

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 689
Viral, Beruang Madu di Sinka Zoo Diduga Sakit

Kondisi beruang madu di Sinka Zoo, Singkawang.

SINGKAWANG, SP - Kantor Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang mengecek beruang madu jantan di Sinka Zoo, Tanjung Bajau Singkawang, menyusul viralnya kondisi beruang madu yang sangat kurus di salah satu pengguna media sosial Twitter, bernama adhtybrty, Senin (10/6).

 Plh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang, Syamsi mengatakan, pengecekan yang dilakukan guna memastikan kebenaran informasi yang sempat viral di medsos tersebut.

 "Hasil pengecekan kami di lapangan, memang kami lihat kondisi beruang madu tersebut sangat kurus. Namun, untuk mengetahui apa yang menyebabkan kondisi beruang madu tersebut kurus, bisa meminta penjelasan langsung kepada dokter hewan mengenai kondisi kesehatan daripada beruang madu tersebut," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dokter Hewan yang bertugas di Kantor Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang, Chanda Preanger mengatakan, berdasarkan hasil inspeksi yang dilihat dari gejala klinis, memang terjadi kekurusan pada beruang madu yang viral di medsos itu.

"Setelah saya komunikasikan ke kipernya, memang tidak ada perubahan pada pola makan dan sebagainya mengenai kondisi beruang madu yang dari awal dititipkan sejak tahun 2008 lalu," ujarnya.

Menurut penjelasan kiper hewan di lokasi, beruang madu tersebut merupakan perpindahan dari kebun binatang Pontianak dengan kondisi yang sudah mengkhawatirkan.

"Sehingga perpindahannya dari kebun binatang Pontianak ke Sinka Zoo Singkawang sampai sekarang tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Namun dengan kondisi yang sekarang (kurus), beruang madu ini mampu bertahan hidup," terangnya.

Berdasarkan pengakuan dari kiper juga, beruang madu yang dititipkan, dari segi usia sudah cukup tua.

"Jika dihitung dari perpidahan saja sudah 11 tahun. Sementara yang dari kebun binatang Pontianak kita belum tahu sudah berapa tahun umurnya," tuturnya.

Sayangnya, sewaktu hendak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (pemeriksaan melalui sentuhan langsung ke hewan), dokter hewan di Sinka Zoo sedang tidak berada di tempat.

"Sehingga pemeriksaan yang saya lakukan secara pribadi itu, hanyalah sebatas inspeksi atau melihat gejala klinis yang terlihat mengenai kekurusan hewan tersebut," ungkapnya.

Atas kondisi itu, secara kasat mata, dia menduga bahwa kekurusan yang dialami beruang madu tersebut sepertinya memang ada penyakit.

"Namun untuk memastikan itu, tentunya harus ada pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan sentuhan ke hewannya langsung, pemeriksaan paru-paru, jantung, dan lain-lain," jelasnya. (rud/lha)