Fraksi Nasdem Beri Catatan ke Wali Kota

Singkawang

Editor elgiants Dibaca : 270

Fraksi Nasdem Beri Catatan ke Wali Kota
USULAN RAPERDA - Rapat Paripurna terhadap tiga usulan Raperda yang disampaikan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, belum lama ini.
SINGKAWANG, SP - Sekretaris Fraksi Nasdem DPRD Kota Singkawang, Anewan, memberi catatan kepada Pemerintah Kota pada Pandangan Umum (PU) fraksi DPRD terhadap tiga usulan Raperda yang disampaikan Wali Kota dalam rapat Paripurna, belum lama ini. 

"Ada tiga catatan yang diberikan kepada Pemkot Singkawang," kata Anewan, Senin (17/6). 

Pertama, sebagai kota pariwisata, fraksinya meminta ada perubahan wajah Singkawang yang sangat jorok, dengan sampah berserakan di Tempat Penampungan Sementara (TPS). 

"Terkait dengan ini, fraksi Nasdem meminta agar TPS dihilangkan di Singkawang. Sebagai gantinya menambah sarana kendaraan roda empat beserta armadanya untuk mengambil sampah dari rumah ke rumah dan pemungutan retribusi bisa dilakukan lebih menyeluruh," ujarnya.

Kedua, harus ada gerakan dari Wali Kota melalui dinas terkait, untuk membersihkan parit-parit yang tersumbat dan penuh sampah. 

"Kita tidak bisa menunggu terlalu lama untuk hal-hal yang ada di depan mata. Pemeliharaan dan pembersihan drainase, harusnya sudah dilakukan secara berkala," ungkapnya. 

Miris, kata dia, dengan slogan Singkawang Hebat, namun hujan beberapa jam saja banyak tempat penuh dengan genangan air. 

"Apa artinya sebuah nama besar, kalau di dalamnya masih banyak berserakan dan berantakan, sepertinya ada kesengajaan atau pembiaran," jelasnya.

Ketiga, meminta kepada dinas terkait untuk lebih proaktif memantau di lapangan untuk mengganti lampu PJU yang sudah tidak hidup lagi. 

"Dan tempat-tempat yang gelap, kami minta supaya dipasangi dengan lampu untuk menghindari tindakan kriminal," pintanya.

Secara terpisah, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie merespons beberapa hal terkait catatan yang diberikan kepadanya. Berkenaan dengan pengelolaan persampahan, pihaknya menyadari bahwa pengelolaan sampah di Kota Singkawang memang masih belum maksimal. 

Ia menilai, sebagai Kota Pariwisata, seyogyanya Kota Singkawang lebih nyaman, aman, dan bersih.

Menurutnya, Pemerintah Kota Singkawang, melalui Dinas Lingkungan Hidup akan tetap berupaya secara maksimal dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia.

Beberapa permasalahan yang menjadi faktor penyebab kurang maksimalnya pengelolaan persampahan ini di antaranya, masih adanya sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya sadar arti lingkungan yang bersih dan nyaman, sehingga membuang sampah di sembarang tempat, walaupun telah disiapkan TPS-TPS, baik yang dipersiapkan oleh pemerintah maupun yang dibuat secara swadaya. 

Sarana pengangkutan yang sangat terbatas sehingga di beberapa titik TPS, mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan langkah-langkah, antara lain melakukan sosialisasi pengelolaan sampah kepada camat dan lurah serta beberapa Ketua RT di wilayah Kota Singkawang sebagai ujung tombak Pemerintah untuk menyosialisasikan kembali kepada masyarakat. 

Dilakukan Gerakan Bersih Bersama (GBB), yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, UPT Pengelolaan Sampah, UPT Jalan dan Jembatan, Camat, Lurah beserta masyarakat sehingga terjalin satu gerak dan langkah dalam pengelolaan lingkungan yang bersih, nyaman dan bebas dari sampah.

Kemudian, untuk mengatasi minimnya sarana dan prasarana pengangkutan sampah, dilakukan pengangkutan sampah dengan sistem zonasi. Sehingga, pengangkutan sampah dari TPS ke TPA lebih efektif dan efisien dan diharapkan penumpukan sampah tidak terjadi dengan terangkutnya sampah dari TPS ke TPA tepat waktu. 

Terkait dengan penagihan Retribusi Persampahan/Kebersihan, telah ditetapkan zonasi penagihan retribusi dan petugas penagih, yang disinergikan dengan zonasi pengangkutan sampah. Diharapkan dengan sistem zonasi, penerimaan dari Retribusi Persampahan/Kebersihan dapat mencapai target yang ditetapkan, melakukan kerja sama dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam pengelolaan sampah.

Juga menetapkan jam pembuangan sampah ke TPS, sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor 37 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah, yaitu pukul 18.00 WIB s.d. pukul 06.00 WIB. 

Terakhir, menempatkan petugas di TPS, bekerja sama dengan instansi teknis terkait dalam rangka penerapan sanksi bagi yang melakukan pelanggaran dan secara bertahap mengurangi jumlah TPS dan mengganti dengan kontainer yang akan terlihat lebih baik dan lebih rapi. (rud/lha)

Lakukan Peningkatan Jalan

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, pada tahun anggaran 2019 akan dilakukan Pekerjaan Peningkatan Jalan ruas Hangmui 1 - Sanggau Kulor dengan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) Kota Singkawang sebesar 
Rp5.200.000.000. 

"Kita akan menganggarkannya secara bertahap yang mana penyelesaiannya akan menggunakan Dana Alokasi Umum maupun Dana Alokasi Khusus (DAK)," katanya.

Untuk Jalan Nek Usun, telah dianggarkan di Tahun Anggaran 2019 lewat Program Pemeliharaan Jalan sebesar Rp185.000.000.

Sedangkan untuk Jalan Semanok telah dianggarkan sebesar Rp480.000.000 beserta perbaikan Jembatan sebanyak satu unit. 

"Untuk jembatan yang dimaksud, akan dilakukan survei terlebih dahulu dan apabila dimungkinkan akan dianggarkan di tahun anggaran berikutnya," ujarnya. (rud/lha)