Rabu, 11 Desember 2019


100 Warga Terima Kartu Asuransi Nelayan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 111
100 Warga Terima Kartu Asuransi Nelayan

MENYERAHKAN - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie didampingi Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan menyerahkan kartu asuransi nelayan secara simbolis. Ist

SINGKAWANG, SP - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyosialisasikan asuransi nelayan sekaligus membagikan kartu asuransi nelayan di Taman Mangrove, Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, Senin (15/7). 

"Pemberian kartu asuransi nelayan ini adalah sebagai upaya Pemkot Singkawang untuk meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan nelayan di Kota Singkawang," kata Tjhai Chui Mie.

Tahun ini, kata dia, ada sebanyak 800 nelayan se-Kota Singkawang yang diakomodasi dalam APBD Singkawang agar bisa mendapatkan kartu asuransi tersebut.

Pemberian kartu asuransi ini mengingat risiko yang dihadapi seorang nelayan sangat tinggi. Sehingga, dengan diberikannya kartu asuransi paling tidak Pemkot Singkawang sudah memberikan rasa aman kepada keluarga, bilamana dalam bekerja nelayan mendapatkan bencana. 

"Terlebih asuransi nelayan ini juga sudah ada di dalam program kampanye kita yang bertujuan untuk menyejahterakan nelayan khususnya di Kota Singkawang," ujarnya.

Ke depan, Pemkot Singkawang akan menambah kuota asuransi nelayan, mengingat masih banyaknya nelayan Singkawang yang belum mendapatkan asuransi tersebut. 

"Kita minta dinas terkait untuk mendatanya dulu, untuk nelayan yang mampu kita minta bisa mandiri, sedangkan yang tidak mampu akan kita bantu," ungkapnya.

Dengan begitu, anggaran yang dikeluarkan Pemkot Singkawang betul-betul bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Singkawang, Yusnita Fitriadi mengatakan, pembagian kartu nelayan akan dilakukan secara bertahap.  

"Untuk di Kecamatan Singkawang Utara, ada 100 kartu asuransi nelayan yang kita bagikan," katanya.

Dia mengatakan, syarat utama agar nelayan bisa mendapatkan asuransi, yakni tidak menggunakan pukat trawl atau pukat harimau. (rud/lha)

Sangat Membantu

Salah satu nelayan dari Kecamatan Singkawang Utara, Julianto, mengaku bersyukur bisa mendapatkan asuransi tersebut. Terlebih menjadi seorang nelayan tentu mempunyai risiko yang sangat besar.

"Dengan adanya asuransi ini, tentunya dapat membantu kita jika sedang mendapatkan musibah," katanya 

Pria yang sudah puluhan tahun menjadi nelayan ini mengungkapkan, jika berdasarkan informasi yang didapatnya, apabila nelayan meninggal dunia saat melaut akan mendapatkan asuransi sebesar Rp200 juta. Sehingga, dapat membantu keluarga yang ditinggalkan. 

"Meskipun hal tersebut tidak kita inginkan, tapi yang namanya musibah atau risiko dalam bekerja sudah pasti ada," ujarnya. (rud/lha)