Kamis, 12 Desember 2019


Kapolres Beberkan Motif Pelaku Habisi Nyawa Liu Li Tan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 504
Kapolres Beberkan Motif Pelaku Habisi Nyawa Liu Li Tan

KONPERS - Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi menggelar konferensi pers terkait pengungkapan tersangka pembunuhan yang menewaskan Liu Li Tan. Ist

SINGKAWANG, SP - Polres Singkawang menggelar konferensi pers terkait pengungkapan tersangka pembunuhan yang terjadi di sebuah kamar indekos Jalan Tani Gang Cisadane, Kelurahan Pasiran Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kamis (11/7) lalu. 

"Pengungkapan kasus ini berkat adanya bantuan dari masyarakat, sehingga kita dibantu Ditreskrimum Polda Kalbar, Unit Jatanras Polsek Jakarta Barat dan Polda Kalbar, berhasil meringkus tersangka tepatnya di Jakarta Barat, Minggu (14/7) sekitar pukul 13.00 WIB," kata Raymond, Selasa (16/7). 

Diketahui, tersangka berinisial R alias AC yang merupakan pacar Liu Li Tan (korban). Pembunuhan terjadi, dikarenakan korban cemburu dan menuduh pelaku masih berhubungan dengan mantan pacar. 

"Atas tuduhan itu, pelaku langsung emosi dan mengambil kain untuk membekap korban, kemudian memiting korban dari belakang. Sehingga terjadilah pergulatan kemudian kepala korban dibenturkan ke lantai," ujarnya.

Dikarenakan sewaktu keributan sedang hujan, sehingga suaranya tidak sampai terdengar keluar. 

Menurutnya, kejadian tersebut sudah sesuai dengan hasil autopsi, bahwa kepala korban yang mendatangi benda keras bukan benda keras yang mendatangi kepala. 

"Sehingga terjadilah kerusakan yang cukup permanen di otak kiri dan kanan korban," ungkapnya. 

Kemudian, lanjutnya, yang bersangkutan juga sudah mengaku jika dialah pelaku dari pembunuhan tersebut.

Dalam konferensi pers yang digelar, selain menghadirkan tersangka, Polres Singkawang juga menghadirkan barang bukti berupa satu buah helm warna merah muda, satu helai kain motif Bali warna biru, satu helai baju kaos warna hitam terdapat potongan rambut korban, dan satu buah gelang perak. 

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenakan Pasal 338 KUHP Jo Pasal 353 ayat 1 dan 2 KUHP Jo Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Sementara tersangka R alias AC mengatakan, pembunuhan terjadi diawali pertengkaran mulut. 

"Dia bilang mau pergi ke tempat temannya dan tidak mau sama saya lagi," katanya. 

Mendengar ucapan tersebut dari korban, pelaku berusaha memeluk korban dari belakang. 

"Tapi korban berontak sambil berkata sudah tidak mau sama saya lagi," ujarnya. 

Tapi R alias AC tidak mau kehilangan korban. Saat berontak kuku korban mengenai pipi pelaku. Hal itulah yang membuat pelaku emosi kemudian langsung mengambil kain di tempat tidur. 

"Kain itu langsung saya ikatkan ke korban dan menjatuhkannya ke lantai. Terus kepalanya terbentur di lantai," ungkapnya. 

Setelah korban meninggal, tersangka R alias AC masih belum pergi dari kamar indekos teraebut. 

"Saya masih sempat baring dengan korban sambil berpikir mau pergi ke mana. Karena takut ketahuan sama orang kos," jelasnya. 

Bahkan ada pemikiran, dia mau bunuh diri di dalam kamar indekos tersebut karena bingung mau pergi ke mana. Tapi niat tersebut diurungkan, kemudian pelaku keluar dari kamar indekos dan menguncinya dari luar. 

"Saya langsung pergi ke rumah teman saya," katanya. (rud/lha)