Kamis, 12 Desember 2019


Land Clearing Landasan Pacu Bandara Capai 25 Persen

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 866
Land Clearing Landasan Pacu Bandara Capai 25 Persen

MENINJAU - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meninjau proses pembersihan lahan pembangunan bandar udara baru Singkawang, di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, kemarin sore. Ist

SINGKAWANG, SP - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, didampingi pejabat dinas terkait melakukan peninjauan proses pembersihan lahan pembangunan bandar udara baru Singkawang, di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, kemarin sore.

Di sela-sela peninjauannya, dia mengatakan, jika pengerjaan land clearing landasan lacu (runway) bandara sepanjang 1,860 km dengan lebar 170 meter itu saat ini sudah mencapai 25 persen. 

"Pengerjaan land clearing pada landasan pacu (runway) bandara Singkawang yang berasal dari dana APBN senilai Rp10 miliar ini sudah dimulai sejak 19 Juni lalu," katanya.

Tentu ini menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Kota Singkawang dan diharapkan apa yang sudah dikerjakan nantinya dapat sesuai dengan kontrak sehingga hasilnya bisa maksimal.

Dia berharap, sokongan dana dari pemerintah pusat bisa didapatkan Singkawang kembali khususnya di tahun 2020, di samping Pemkot Singkawang terus berupaya menjalin kerja sama dengan badan usaha (KPBU) guna mewujudkan bandar udara baru di Kota Singkawang. 

"Sehingga, dengan adanya dana dan dukungan dari semua pihak, maka pembangunan bandar udara baru Singkawang bisa diselesaikan di tahun 2022," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, jika Singkawang merupakan satu destinasi wisata yang potensial harus memiliki bandara.

Untuk bandara Singkawang, kata dia, pembangunannya harus bertahap dari menggunakan pesawat jenis ATR setelah itu menjadi Boeing.

"Tentu dalam pembangunannya dikerjasamakan dengan pihak swasta, artinya, tanah dibeli oleh Pemda, nanti perusahaan swasta yang membangunnya," katanya.

Ia membayangkan jika Singkawang bisa menjadi contoh bagi seluruh Indonesia. Karena memiliki bandara yang dikelola oleh swasta.

Ia pun meyakini, dengan adanya bandara di Kota Singkawang tentu akan menjadi suatu daerah yang berkembang dengan baik. 

"Karena upaya dari konektivitas ini juga bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi yang ada di Singkawang," ujarnya.

Sementara, Kasubid Sistem Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bandar Udara, Kementerian Perhubungan, Cecep Kurniawan mengatakan, konsultasi publik ini dilakukan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat dan pemerintah baik eksekutif maupun legislatif, penegak hukum dan sebagainya.

"Harapannya dengan konsultasi publik ini semua dokumen dan tujuan kita itu lebih baik lagi," katanya.

Namun yang paling penting, pemerintah daerah dan pemerintah pusat selalu kompak satu suara untuk melaksanakan ini sehingga bisa membantu proses yang akan dilakukan.

"Hasil dari konsultasi ini juga akan menjadi bahan laporan kepada Menteri bahwa masyarakat dan pemerintah di Kota Singkawang sudah mendukung rencana pembangunan bandar udara baru Kota Singkawang. Tinggal nanti diteruskan dan mudah-mudahan tidak terlalu lama," ujarnya. (rud/lha)

Berdampak Luar Biasa

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Abdul Malik Fadjar, saat berkunjung ke Singkawang mengatakan, jika sudah banyak akses yang masuk di Singkawang baik itu bandara maupun jalan tol, maka dampaknya akan sangat luar biasa bagi Singkawang. 

"Salah-salah, pengunjung akan langsung ke Singkawang, tidak lagi transit ke Pontianak. Dan itu sudah risikonya nanti," katanya. 

Sama halnya pengunjung mau ke Borobudur dengan adanya bandara Kulonprogo, maka pengunjung tidak perlu lagi transit ke Yogya. (rud/lha)