Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi Video Penganiayaan Siswi

Singkawang

Editor elgiants Dibaca : 708

Masyarakat Diimbau Tak Terprovokasi Video Penganiayaan Siswi
MENGIMBAU - Konferensi Pers menyikapi video penganiayaan siswi yang viral di medsos. Ist
SINGKAWANG, SP - Akhir-akhir ini, masyarakat Kota Singkawang dihebohkan dengan sebuah video seorang siswi yang dianiaya oleh beberapa siswi. 

Video tersebut telah viral di media sosial dan menjadi keresahan masyarakat Singkawang, karena kejadian itu seolah-olah terjadi di sebuah asrama sekolah yang ada di Kota Singkawang.

Tak menginginkan terjadi hal-hal tersebut di kota yang sudah ditetapkan sebagai kota paling toleran di Indonesia, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersama Ketua MUI dan FKUB bahkan pimpinan DPRD Singkawang menggelar konferensi pers bersama media, untuk menegaskan jika kejadian tersebut bukan terjadi di Kota Singkawang.

Tjhai Chui Mie bersama FKUB dan MUI Singkawang mengimbau agar masyarakat Singkawang untuk tidak terprovokasi dengan video yang belum diketahui kebenarannya. 

"Karena jika dilihat dari logat bahasa yang diucapkan di dalam video tersebut, sepertinya bukan terjadi di Indonesia apalagi di Singkawang," kata Tjhai Chui Mie.

Bahkan, dia menilai bahwa video beserta narasi yang dibuat dalam video tersebut, adalah bersifat provokasi dan hasutan lainnya.

"Untuk itu, saya minta agar masyarakat Singkawang dapat menyikapi video tersebut dengan bijak," ujarnya.

Dia tak menginginkan, video yang viral dan dinilainya bersifat provokatif itu dapat merusak sendi-sendi kehidupan antarumat beragama yang sudah terjalin dengan baik di Kota Singkawang.

Dirinya selaku kepala daerah mengutuk keras perbuatan dan orang yang sudah memviralkan video tersebut.

Tjhai Chui Mie juga meminta agar pihak kepolisian bisa mencari siapa orang yang pertama kali menyebarkan video itu di medsos.

Hal itu ditekankan dia, karena dosa yang menyebarkan video tersebut lebih besar ketimbang orang yang melakukan perbuatan penganiayaan seperti di dalam video.

"Karena apa yang disebarkannya dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang dapat merusak toleransi antarumat beragama yang sudah terjalin dengan baik di Kota Singkawang," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Singkawang, Muchlis AR mengatakan, jika masyarakat Singkawang sudah dewasa dan cerdas menghadapi berbagai macam provokasi.

Terkait dengan video yang viral di medsos tersebut, jika memang itu benar-benar terjadi di mana pun, maka MUI Singkawang mengutuk keras kejadian-kejadian seperti itu. 

"Dan saya yakin dengan pengertian kawan-kawan dengan bahasa yang ada di dalam video tersebut, bahwa kejadian itu bukan terjadi di Kota Singkawang," katanya. 

Bahkan MUI Singkawang juga mengutuk keras perbuatan dan orang yang telah menyebarkan video tersebut hingga viral di medsos.

Hal senada juga disampaikan Ketua FKUB Singkawang, Baharuddin. Karena, penyebaran dari video tersebut dapat mengancam kerukunan umat beragama baik di Singkawang maupun di Indonesia. 

Dia mengingatkan kepada masyarakat Singkawang, untuk mewaspadai bahaya konflik antarumat beragama selain mewaspadai bahaya idielogi komunis. 

"Oleh sebab itu, kepada masyarakat Singkawang diimbau untuk tidak percaya terhadap video maupun narasi yang ada di dalam video tersebut," pintanya.

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi mengatakan, apa yang dilakukan Wali Kota, MUI, dan FKUB adalah semata-mata untuk menciptakan rasa aman di masyarakat. 

"Jangan terprovokasi, video tersebut mungkin memang terjadi, tetapi tidak ada kaitannya dengan Singkawang," katanya.

Mengingat bahasa yang disampaikan juga bukan bahasa Singkawang bahkan kemungkinan juga bukan terjadi di Indonesia.

"Jika memang terjadi di Singkawang, maka pihak kepolisian akan segera mengambil tindakan," tergasnya. (rud/lha)