Rabu, 13 November 2019


Polisi Upayakan Pemulangan Korban TPPO

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 107
Polisi Upayakan Pemulangan Korban TPPO

Ilustrasi

SINGKAWANG, SP - Polres Singkawang sedang berupaya memulangkan satu warga Singkawang yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Singkawang, yang saat ini masih berada di Tiongkok.  

"Informasi ini kita ketahui setelah menerima laporan dari masyarakat melalui media sosial Facebook dua hari lalu, yang menyebutkan bahwa ada seorang warga Singkawang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Tiongkok," kata Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi melalui Humas Polres, Bripka Muhammad Irvan, Minggu (11/8). 

Menurutnya, korban berinisial FR (26) sedang hamil anak pertama dengan usia kehamilan tiga bulan. Parahnya, korban juga sempat disekap oleh sang suami di dalam hutan, namun sekarang sudah kembali ke rumah tetapi masih disekap di dalam kamar. 

Sementara orang yang diduga makcomblang sudah pihaknya lakukan koordinasikan guna memberitahu dan membantu kepulangan korban. 

Irvan menambahkan, jika korban sudah kurang lebih satu tahun berada di Tiongkok bersama suaminya. Namun, belakangan ini, korban sering mendapatkan perlakuan kasar bahkan kekerasan dari suaminya. 

"Atas perlakuan itulah, korban merasa tidak tahan dan meminta bantuan Polres Singkawang untuk bisa memulangkannya," ungkapnya. 

Sebelumnya, Polres Singkawang berhasil memulangkan satu warga Ketapang yang diduga menjadi korban TPPO. 

"Korban berinisial YS (26) berasal dari Kabupaten Ketapang," kata Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi. 

Korban pulang ke Indonesia lantaran selalu mengalami KDRT oleh suaminya di Tiongkok.

Dia mengatakan, keberhasilan pihaknya memulangkan YS, berkat bantuan semua pihak sehingga YS bisa kembali ke keluarganya di Ketapang. 

"Sekarang ini, permasalahan yang dihadapi YS sudah ditindaklanjuti oleh Polres Ketapang dan yang bersangkutan sudah dijemput oleh Kasat Reskrim dan Unit PPA Polres Ketapang," ujarnya. 

Bahkan, menurut informasi terakhir yang Polres Singkawang dapatkan, bahwa Polres Ketapang sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga menjadi makcomblang dari korban tersebut.

Dia berharap, kasus TPPO bisa menjadi perhatian semua Polres yang ada untuk menjalankan tugas guna mengembalikan para korban TPPO. 

Kepada masyarakat khususnya Singkawang, diimbau untuk tidak mudah terbuai dengan bujuk rayuan yang belum jelas hasilnya. 

"Peran serta orang tua juga jangan sampai mendesak anaknya, sehingga anak terbeban dan mau tidak mau mengorbankan dirinya menjadi korban TPPO yang pada akhirnya di negara orang, mendapatkan kekerasan seperti yang sedang marak diberitakan saat ini," pintanya. (rud/lha)

Tangani Satu Kasus

Kepala Unit PPA Polres Singkawang, Ipda Indah mengatakan, dari Januari hingga Agustus 2019, sudah ada satu kasus TPPO dengan modus kawin kontrak yang ditangani oleh pihaknya.

"Beruntung calon korban belum sampai ke Negara Tiongkok, karena sudah dilakukan penindakan sewaktu akan berangkat dari Singkawang menuju Bandara Supadio Pontianak," katanya.

Berdasarkan penyelidikan yang pihaknya lakukan kepada korban, bahwa kasus ini terjadi dikarenakan faktor ekonomi. 

"Korban dijanjikan bisa hidup layak jika menikah dengan WNA di Tiongkok," ujarnya. (rud/lha)