Selasa, 12 November 2019


Susi Wu Cabut Sayembara Penangkapan Buaya

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 241
Susi Wu Cabut Sayembara Penangkapan Buaya

SAYEMBARA - Aktivis sekaligus Anggota DPRD Singkawang terpilih, Susi Wu, akhirnya mencabut sayembara penangkapan buaya di Sungai Singkawang, Senin (12/8). Ist

SINGKAWANG, SP - Aktivis sekaligus Anggota DPRD Singkawang terpilih, Susi Wu, akhirnya mencabut sayembara penangkapan buaya di Sungai Singkawang, Senin (12/8). 

"Pencabutan sayembara ini dikarenakan yang berhak untuk menangkap buaya-buaya yang sudah meresahkan masyarakat Singkawang adalah merupakan tugasnya BKSDA," kata Susi Wu. 

Bagi dirinya, siapa pun yang menangkap tidak ada masalah. Bahkan sayembara yang dibuatnya tidak melebihi batas asalkan buaya bisa ditangkap dalam keadaan hidup dan tidak terluka.

"Saya maunya buaya-buaya tersebut tidak berada di sungai karena sudah mengganggu dan meresahkan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar sungai," ujarnya. 

Terlebih, beberapa bulan ke depan akan memasuki musim penghujan. Jangan sampai Singkawang terjadi banjir, sehingga buaya-buaya yang ada di sungai keluar dan berenang ke jalan bahkan masuk rumah warga.

Karena itulah, dirinya berupaya ikut membantu Pemkot Singkawang dengan caranya sendiri untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi warga.

Meskipun sayembara itu tidak dilanjutkan, Susi Wu menekankan kepada BKSDA Singkawang agar buaya-buaya yang ada di Sungai Singkawang bisa dievakuasi secepatnya sebelum terjadi banjir.

"Kendalanya apa sehingga membuat buaya bertahun-tahun tidak ditangkap. Tapi setelah saya membuat gerakan, baru dia (BKSDA) menyatakan mau menangkap," ungkapnya.

Susi Wu juga menekankan, dalam batas waktu berapa lama BKSDA bisa menangkap buaya-buaya tersebut. 

"Karena saya tidak percaya kalau buaya-buaya itu tidak bisa ditangkap. Coba pasang beberapa pukat di sungai itu, masa tidak dapat," ucapnya. 

Apalagi informasi yang dia dapatkan dari warga yang tinggal di sekitar sungai, menyebutkan bahwa keberadaan buaya-buaya tersebut ada sekitar 6-7 ekor.

"Kalau dibiarkan terus-menerus kan berbahaya, akan semakin banyak maka semakin sulit untuk menangkapnya," imbuhnya.

Secara terpisah, Staf Seksi Konservasi Wilayah III Singkawang, Antonio Marques mengatakan, jika sayembara yang akan dilakukan Susi Wu sangat berbahaya. 

"Jadi sebaiknya dihentikan," pintanya.

Apalagi buaya-buaya tersebut ditangkap dalam kondisi hidup tanpa terluka, mengingat hewan satwa ini dilindungi Undang-Undang.

Menurutnya, BKSDA Singkawang sudah melakukan upaya-upaya penangkapan yang dimulai sejak tahun 2014 lalu. Bahkan, beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah memasang perangkap di salah satu titik yang sering menjadi kemunculan buaya.

"Hanya saja, pemasangan perangkap yang dilakukan kemarin belum membuahkan hasil. Karena buaya belum ada yang masuk ke dalam perangkap," ujarnya. 

Guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan sebelum buaya-buaya tersebut berhasil ditangkap, pihaknya sudah memasang plang imbauan kepada warga untuk tidak beraktivitas di sekitar sungai. 

"Karena berdasarkan observasi yang kita lakukan dalam seminggu ini, ada tiga titik yang sering menjadi tempat kemunculan buaya, antara lain jembatan belakang Puskesmas Pasar, Rusen, dan sekitar pohon nipah belakang rumah warga di Kelurahan Kampung Jawa," ungkapnya.

Menurutnya, jumlah buaya yang ada di Sungai Singkawang sebanyak empat ekor dengan masing-masing panjang buaya sekitar dua sampai tiga meter.

"Untuk di sekitar pohon nipah, terakhir informasi yang kami terima ada tiga ekor, sedangkan di Rusen ada satu ekor," jelasnya.

Kemungkinan, untuk yang di sekitar pohon nipah itu merupakan induk dan anak, sedangkan di Rusen satu ekor. Hanya saja, belum diketahui apakah itu buaya jantan atau betina. (rud/lha)

Percayakan kepada BKSDA 

Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, menyatakan bahwa jangan ada seorang pun yang menangkap, memelihara, dan sebagainya terhadap hewan yang dilindungi Undang-Undang.

"Oleh sebab itu, sayembara yang akan dilakukan oleh salah satu warga sudah kita panggil dan sudah diberikan penyampaian bahwa tidak boleh seperti itu," katanya. 

Sementara ini, langkah-langkah penanganan sudah dilakukan BKSDA Singkawang, mengingat buaya-buaya ini berada di tengah-tengah masyarakat melalui upaya-upaya preventif seperti pemasangan perangkap. 

"Kami dari kepolisian tetap memberikan saran-saran dan pemahaman ke masyarakat, dan kami juga sangat intens atas kepentingan masyarakat agar semuanya dapat berjalan dengan baik," ujarnya. 

Dirinya tidak menginginkan masyarakat mengambil langkah-langkah di luar hukum. 

Dia pun meminta masyarakat bisa mempercayakan sepenuhnya kepada BKSDA dalam mengatasi permasalahan ini. 

"Kita tahu SDA dan peralatan yang mereka miliki masih sangat kurang, namun kami dari kepolisian siap mendukung dan men-support," ungkapnya. 

Tak lupa, ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak menimbulkan kegaduhan serta jangan menjadikan buaya sebagai komunitas politik sehingga ini betul-betul dilakukan untuk mengeliminasi ancaman nyata yang sedang dihadapi masyarakat. (rud/lha)