Kamis, 19 September 2019


Polres Tetapkan Satu Tersangka Pembakar Lahan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 234
Polres Tetapkan Satu Tersangka Pembakar Lahan

MENDATANGI - Petugas saat mendatangi lahan milik NR yang terbakar. NR membakar lahan di lokasi miliknya yang berada di Jalan Veteran, RT 062, RW 004, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Jumat (9/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Ist

SINGKAWANG, SP - Polres Singkawang telah menetapkan satu tersangka pembakar lahan berinisial NR alias S lantaran diduga membakar lahan miliknya, tepatnya di Jalan Veteran, Gang Rahayu, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah. 

"Kejadian pembakaran lahan terjadi pada Sabtu (10/8) sekitar pukul 11.00 WIB," kata Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, Kamis (15/8).

Selain mengamankan pelaku berinisial NR alias S, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu buah korek api gas merk tokai warna hijau dan satu ikat rumput ilalang bekas terbakar. 

Diceritakan Raymond, sebelumnya Polres Singkawang mendapat laporan dari anggota bahwa ada warga berinisial NR, melakukan pembakaran lahan di lokasi miliknya yang berada di Jalan Veteran, RT 062, RW 004, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Jumat (9/8) sekitar pukul 16.00 WIB.

"NR melakukan pembakaran lahan miliknya tersebut dengan maksud untuk membersihkan lahan dan juga memperluas areal untuk ditanami sayuran, yang mana pembakaran lahan tersebut dilakukan NR dengan cara mengumpulkan rumput ilalang dan juga ranting kayu di satu tempat," ujarnya. 

Setelah terkumpul, kemudian NR membakar rumput ilalang yang kering dengan menggunakan korek api gas merk tokay warna hijau. Kemudian api pun muncul selanjutnya pada pukul 18.00 WIB. 

"Melihat api masih hidup, NR berupaya untuk mematikan pembakaran di lahan miliknya tersebut dengan cara menyiram menggunakan air, dan setelah dipastikan api padam, kemudian NR meninggalkan lahannya," ungkapnya.

Namun, pada esok harinya, Jumat (10/8) sekitar pukul 11.00 WIB, NR didatangi oleh anggota TNI dan memberitahukan jika lahan miliknya sebagian terbakar. Api telah membakar lahan yang ada di dekat lahan NR, salah satunya lahan milik MR , kemudian NR pun berusaha memadamkan api. 

Namun, karena api sudah membesar dan lokasinya cukup luas sehingga api tidak bisa dipadamkan. Selanjutnya, NR pun dibawa ke Polsek Singkawang Tengah yang selanjutnya dilakukan interogasi awal dan diserahkan ke Polres Singkawang. 

"Atas perbuatannya, pelaku NR dikenakan Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf H UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan/atau setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara membakar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 Jo Pasal 56 ayat (1) UU RI Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan atau pasal 188 KUHP," paparnya.  

Selanjutnya, Polres Singkawang akan melakukan koordinasi dengan JPU, melakukan koordinasi dan pemeriksaan ahli ke BMKG Provinsi Kalbar, melakukan koordinasi dan pemeriksaan ahli LH Provinsi Kalbar, melakukan pemeriksaan terhadap ahli lainnya. Juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya atau saksi-saksi pemilik lahan yang ikut terbakar serta melengkapi administrasi penyidikan. 

"Untuk luas tanah milik NR adalah seluas 40 x 80 meter dan untuk luas lahan yang terbakar secara keseluruhan diperkirakan seluas dua hektare," jelasnya.

Secara terpisah, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, bagi masyarakat Singkawang yang memang dengan sengaja membakar lahan harus ditindak tegas. 

"Terlebih imbauan karhutla inikan sudah ditegaskan mulai dari Presiden dan seluruh kepala daerah serta kepolisian yang ada di Kalbar untuk tidak membakar lahan, khususnya pada musim kemarau," katanya. (rud/lha)

Berikan Imbauan pada Masyarakat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Singkawang mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, mengingat cuaca yang panas dan tidak adanya hujan selama satu bulan terakhir.

"Hampir satu bulan ini, Kota Singkawang belum pernah diguyur hujan. Untuk itu, masyarakat Singkawang untuk selalu waspada terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengakibatkan kabut asap dan kerugian lainnya," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Singkawang, Jayadi.

Untuk mencegah dan mitigasi bencana kabut asap, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Singkawang baik secara langsung maupun tidak langsung berkenaan dengan kegiatan pembangunan perumahan, perkebunan ataupun pribadi serta rumah tangga, khususnya yang berada di kawasan gambut, dilarang untuk membersihkan lahan atau membuka lahan dengan cara dibakar. (rud/lha)