Kamis, 19 September 2019


Prajurit TNI AD Dibekali Materi HIV/AIDS

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 120
Prajurit TNI AD Dibekali Materi HIV/AIDS

PEMBEKALAN - Giat pembekalan materi HIV/AIDS secara kompherensif oleh Pusat Kesehatan (Puskes) TNI kepada ratusan prajurit TNI di Aula Yonif Raider 641 Beruang, Selasa (20/8). Ist

SINGKAWANG, SP - Ratusan prajurit Yonif Raider 641 Beruang Singkawang yang akan melaksanakan tugas sebagai Satgas Pamtas di wilayah perbatasan RI-Malaysia, diberi pembekalan materi HIV/AIDS secara kompherensif oleh Pusat Kesehatan (Puskes) TNI, di Aula Yonif Raider 641 Beruang, Selasa (20/8).

Komandan Yonif Raider 641 Beruang Singkawang, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono mengatakan, kegiatan pembekalan materi HIV/AIDS ini untuk memberikan pengetahuan kepada prajurit bagaimana cara penularan dan cara mencegahnya agar bisa terhindar dari penyakit HIV/AIDS. 

"Pembekalan materi diberikan supaya prajurit mengerti hal-hal apa saja yang mesti dilakukan untuk mencegah penularannya, kemudian apabila ada masyarakat yang terinfeksi bagaimana prajurit harus bersikap," katanya.

Mengingat penderita HIV/AIDS ini juga tidak boleh dikucilkan, karena penderita mempunyai hak yang sama dengan masyarakat yang lain. 

"Jadi, tidak boleh didiskriminasi tetapi prajurit harus punya kemampuan untuk berinteraksi," ujarnya.

Dalam kegiatan ini, kata dia, ada 406 prajurit Yonif Raider 641 Beruang Singkawang yang mengikuti pembekalan dari Puskes TNI. 

"Namun secara keseluruhan, ada sebanyak 450 prajurit Yonif Raider 641 Beruang Singkawang yang akan ditugaskan sebagai Satgas Pamtas di wilayah perbatasan RI-Malaysia pada akhir tahun ini," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua tim dari Puskes TNI, Kolonel CKM (K) dr. Heni Lolita Tampubllon mengatakan, di dalam kehidupan tak terkecuali prajurit TNI, tentunya tidak lepas dari dorongan-dorongan seksual. Sehingga, mereka harus dibekali dengan cara-cara yang aman untuk bisa mengelola dirinya.

"Terlebih HIV/AIDS ini masih kita temukan. Jadi, melalui pembekalan ini kita harapkan tidak ada lagi ditemukan kasus baru. Kasus yang sudah ada maka itulah yang kita obati," katanya. 

Manfaatnya ke depan adalah kesejahteraan prajurit itu sendiri. Kesejahteraan istri yang ditinggalkan dan bebas dari HIV/AIDS. Kemudian, kesejahteraan anak yang bakal lahir dari ibu-ibu yang sementara ditinggalkan oleh suaminya yang bebas dari HIV/AIDS. 

Kemudian, lanjutnya, kepada masyarakat sekitar tentunya dengan HIV/AIDS negatif, pasti sedikit banyaknya kesehatan masyarakat, penduduk Indonesia secara nasional juga pasti akan terbantu menjadi bebas HIV/AIDS.

Menurutnya, beberapa hal yang dapat mendorong terjadinya HIV/AIDS, salah satunya adalah lebih kepada perilaku seksual yang berisiko.

Cara pencegahan, pertama, puasa secara seks. Kedua, setia kepada pasangan. 

"Artinya, yang sudah berkeluarga setia kepada istri, yang sudah punya pacar setia kepada pacarnya, penggunaan kondom secara tepat serta jauhi obat-obatan dan narkoba serta edukasi seperti pembekalan prajurit pada hari ini (kemarin, red)," jelasnya. 

Pada kesempatan itu, dia juga meminta kepada prajurit untuk menjauhi perilaku seksual  berisiko. (rud/lha)

Program Puskes TNI

Penanggung jawab Puskes TNI, Kapten CKM (K) Devita mengatakan, program tersebut merupakan program dari Puskes TNI. 

"Kebetulan sasaran dari pembekalan ini ditujukan kepada prajurit Yonif Raider 641 Beruang Singkawang yang akan diberangkatkan untuk penugasan di wilayah perbatasan RI-Malaysia," katanya.

Tujuannya, selama mereka bertugas di wilayah perbatasan, mereka sudah tahu risiko apa yang akan terjadi apabila mereka tidak menjaga prilaku. 

Namun, berdasarkan hasil screening HIV/AIDS dari Kesdam XII/Tpr kemarin, bahwa ratusan prajurit Yonif Raider 641 Beruang yang akan diberangkatkan ke wilayah perbatasan terbebas dari HIV/AIDS. (rud/lha)