Sabtu, 21 September 2019


Polres dan Imigrasi Bentuk Timsus Buru Oknum Pemohon Paspor Palsu

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 56
Polres dan Imigrasi Bentuk Timsus Buru Oknum Pemohon Paspor Palsu

MENGUNJUNGI - Polres dan Tim Saber Pungli Singkawang melakukan kunjungan ke Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Singkawang dalam rangka menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi oleh Kantor Imigrasi setempat, Rabu (11/9). Ist

SINGKAWANG, SP - Polres Singkawang bersama Tim Saber Pungli dan Imigrasi Singkawang akan membentuk tim khusus (timsus), untuk mencari dan mengejar oknum-oknum tertentu yang mempergunakan cara untuk mempersulit pelayanan yang ada di Kantor Imigrasi setempat. 

"Salah satunya untuk menyelidiki pendaftaran palsu terhadap pemohon paspor secara online," kata Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi, di sela-sela melakukan kunjungan ke Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Singkawang, dalam rangka menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi oleh Kantor Imigrasi setempat, Rabu (11/9). 

Dalam kunjungan tersebut, mereka juga berdiskusi untuk memperbaiki pelayanan publik yang ada ataupun bertujuan menyempurnakan yang berkaitan dengan WBK tersebut. 

Di luar dari itu, dia bersama tim Saber Pungli juga melakukan monitoring apakah di Kantor Imigrasi Singkawang masih ada praktik-praktik calo. 

"Mengingat bapak Kepala Kantor Imigrasi Singkawang berkomitmen untuk membersihkan segala pelayanan publik dari praktik-praktik percaloan ataupun yang lainnya," ujarnya. 

Kemudian, berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan, kata Kapolres, diduga ada oknum-oknum tertentu yang dengan sengaja mendaftarkan diri untuk membuat ruang 120 pemohon menjadi penuh. 

Sehingga, masyarakat umum kesulitan bahkan tidak bisa melakukan pendaftaran. Seolah-olah, pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Singkawang cukup sulit. 

"Sehingga permasalahan ini yang akan kita cari dengan menugaskan tim khusus (timsus), apalagi ada indikasi bahwa ada oknum-oknum tertentu yang dengan sengaja mempersulit pelayanan yang ada di Kantor Imigrasi Singkawang," ungkapnya. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Singkawang, Noor Agus Hidayat mengatakan, jika pendaftaran pemohon paspor sekarang ini sudah diberlakukan sistem online. 

"Dari 120 pemohon yang ditargetkan dalam satu hari, justru yang datang ke kantor hanya sekitar 50-60 pemohon. Sementara pendaftar yang lainnya kosong," katanya. 

Terkait dengan ini, maka yang dirugikan adalah masyarakat dan juga Kantor Imigrasi.

"Anggapan masyarakat seolah-olah kita yang mempersulit, sehingga masyarakat banyak yang komplain dan menyerang kami tentang adanya dugaan jual beli nomor antrian," ujarnya. 

Imigrasi Singkawang pun berkesimpulan harus bekerja sama dengan Polres dan Tim Saber Pungli guna mengusut tuntas permasalahan yang terjadi. (rud/lha)