Sabtu, 21 September 2019


Siswa SD Dilarikan ke Rumah Sakit

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 48
Siswa SD Dilarikan ke Rumah Sakit

LUKA - YY menunjukkan luka yang ada di keningnya, setelah terkena lemparan penghapus yang diduga berasal dari oknum gurunya. Ist

SINGKAWANG, SP - Seorang siswa berinisial YY (8), yang merupakan siswa kelas 2, salah satu di Kecamatan Singkawang Selatan, harus dilarikan ke RSUD Abdul Aziz Singkawang, lantaran mengalami luka di bagian kening sebelah kiri akibat terkena lemparan penghapus yang diduga berbahan kayu. 

Lemparan itu diduga berasal dari oknum guru setempat sewaktu jam pelajaran bahasa Inggris masih berlangsung, Rabu (11/9) sekitar pukul 09.30 WIB. 

"YY kita bawa ke RSUD Abdul Aziz Singkawang sekitar pukul 14.00 WIB. Untungnya, luka yang dialami YY tidak begitu parah dan langsung diobati oleh perawat rumah sakit," kata orang tua YY, Chin Jun Fung (28), saat ditemui wartawan di rumah sakit. 

Dia menceritakan, kejadian yang dialami anak kedua dari tiga bersaudara tersebut, terjadi pada saat mata pelajaran Bahasa Inggris berlangsung. 

"Entah bagaimana, saat mau mengumpulkan soal bahasa Inggris, dia terkena lemparan penghapus yang diduga berasal dari gurunya," ujarnya. 

Kabar tersebut pun, didapatnya dari sang istri yang hendak menjemput YY pulang sekolah. 

"Saya ditelepon oleh istri dan disuruh datang ke sekolah," ungkapnya. 

Begitu sampai di sekolah, dia pun langsung menemui guru yang bersangkutan. 

"Atas kejadian itu, guru tersebut sudah minta maaf, dan berjanji akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa sama anak saya. Saya pun langsung memaafkannya," jelasnya. 

Meski sudah dimaafkan, dia tetap berpesan kepada guru yang bersangkutan untuk tidak lagi berbuat demikian ke depannya. 

"Kalaupun ada anak yang nakal, harusnya kan bisa dipanggil untuk dinasehati atau apalah. Jangan main-main lempar," tuturnya. 

Sementara Kepala SDN tersebut, D mengatakan, selaku kepala sekolah dirinya meminta maaf kepada orang tua siswa yang bersangkutan. 

"Guru yang diduga melakukan hal tersebut, berstatus guru honor berinisial M dan mengajar mata pelajaran bahasa Inggris," katanya.

Kejadian ini, menurutnya, baru pertama kali terjadi di sekolah yang dipimpinnya. 

"Kepada guru-guru yang lain, khususnya di SDN 45 hendaknya berhati-hati, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali," ujarnya. (rud/lha)

Temui Guru yang Bersangkutan

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, Abdul Hadi mengatakan, intinya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak membenarkan adanya pembinaan kepada siswa dalam bentuk-bentuk kekerasan. 

"Terkait dengan kejadian ini, kita akan menemui guru yang bersangkutan guna memberikan klarifikasi sekaligus pembinaan kepada guru yang bersangkutan," katanya. 

Kejadian seperti ini, kata dia, diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi guru-guru yang ada di Singkawang, jangan sampai melakukan hal yang sama kepada siswa.

"Terlebih, di zaman sekarang ini kan, sudah tidak ada lagi pemberlakuan hukuman kepada murid seperti itu,” tuturnya. (rud/lha)