Sabtu, 19 Oktober 2019


Pemkot Siap Lanjutkan Program Mak Lurah

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 36
Pemkot Siap Lanjutkan Program Mak Lurah

MELUNCURKAN PROGRAM - Disdikbud Singkawang meluncurkan program mak lurah di sekolah, Jumat (13/9) lalu. Program tersebut disambut baik oleh Wali Kota Singkawang. Ist

SINGKAWANG, SP - Pemerintah Kota Singkawang menyambut baik program pemerintah pusat yang akan membudayakan makan telur di sekolah (maklurah), yang mana program serupa juga akan dilanjutkan Pemkot Singkawang di tahun 2020 melalui dana APBD. 

"Alhamdulillah, program ini disambut baik Wali Kota Singkawang, yang nantinya akan dilanjutkan pada tahun 2020 dengan sasaran siswa mulai dari TK, SD, dan SMP," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, HM Nadjib, Minggu (15/9). 

Program ini, perlu dilanjutkan mengingat tidak semua siswa punya kemampuan dan terpenuhi dengan gizi yang baik. 

"Sehingga, keberlanjutan program ini, paling tidak Pemkot Singkawang sudah peduli untuk memperbaiki gizi siswa siswi yang ada di Kota Singkawang," ujarnya. 

Dia berharap, program mak lurah di Singkawang nanti bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya, guna menghindari gizi buruk, salah satunya mencegah stunting. 

Tak lupa juga dia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang sudah memberikan perhatian kepada para siswa yang ada di Kota Singkawang. 

"Karena pada Jumat (13/9) kemarin, saya sudah me-launching program ini di semua sekolah, mulai dari tingkat TK sampai SD khususnya di dua kecamatan Kota Singkawang, seperti Timur dan Selatan," ungkapnya. 

Menurutnya, program ini merupakan kerja sama antara Kemenko Bidang Perekonomian RI dengan Perusahaan Peternakan melalui dana CSR. 

"Mereka ingin membudayakan gerakan makan telur di sekolah (mak lurah) dengan sasaran 50 kabupaten/kota di Indonesia," jelasnya. 

Program ini diluncurkan, bertujuan meningkatkan gizi anak di sekolah. Di Kalbar, hanya Kota Pontianak dan Singkawang. 

Melalui program tersebut, seluruh siswa yang ada di 50 kabupaten/kota diberi bantuan telur, maksimal 10 butir telur per siswa. 

"Untuk di Kota Singkawang, ada sebanyak 43 ribu butir telur yang mereka kirim dan sudah kita launching pada Jumat (13/9) kemarin, dengan sasaran TK dan SD di dua kecamatan, yakni Timur dan Selatan," tuturnya. 

"Secara keseluruhan, ada sebanyak 32 TK dan 38 SD yang kita distribusikan, termasuk siswa dan guru yang mengajar," imbuhnya. (rud/lha)

Tingkatkan Kecerdasan Anak

Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan, program membudayakan makan telur yang dipelopori oleh Kemenko Bidang Perekonomian RI adalah upaya meningkatkan kecerdasan anak. 

"Hal ini patut kita dukung, karena anak-anak harus diberikan makanan yang bergizi," katanya. 

Menurutnya, kualitas dan kecerdasan anak tidak hanya tanggung jawab orang tua saja, tetapi pemerintah juga harus memperhatikan, apalagi sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet ke depannya. 

Di samping itu, ke depan Pemkot Singkawang juga perlu memikirkan, anak-anak jangan dibebani lagi dengan  masalah keuangan, supaya pembiayaan orang tua tidak terbagi. 

"Sekolah gratis terus digaungkan, sementara anak-anak harus dibebankan dengan berbagai biaya. Dengan adanya program dari pihak pemerintah pusat, semoga permasalahan gizi buruk semakin terkikis habis," ujarnya. (rud/lha)